Latest Audio :
Recent Movies

DOSA

๐Ÿ‘‰ Amalan Penghapus Dosa

1. Meninggalkan Kesyirikan

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Allah Tabaaraka wa Ta’ala berfirman: ‘Wahai anak Adam, seandainya engkau menemui-Ku dengan membawa sepenuh bumi dosa dan kesalahan, sementara itu engkau tidak menyekutukan-Ku dengan sesuatu apapun, niscaya Aku akan menemuimu dengan membawa sepenuh bumi ampunan.'” (HR. Muslim)

2. Shalat Wajib Lima Waktu

Dalilnya silakan baca di bawah ini pada poin 3

3. Shalat Jum’at

Rasulullahu shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Shalat lima waktu, shalat Jum’at ke Jum’at berikutnya merupakan pelebur dosa di antara keduanya, selama dosa besar dijauhi. Tidaklah seorang muslim tatkala hadir shalat wajib, kemudian dia membaguskan wudhunya, rukunya dan melakukannya dengan khusyu, melainkan semua itu menjadi pelebur dosa hari-hari sebelumnya selama ia tidak melakukan dosa besar, dan juga (akan menjadi pelebur dosa) selama setahun penuh.” (HR. Muslim)

4. Menunaikan Shalat

Diriwayatkan dari Ibnu Mas’ud, bahwasanya ada seorang laki-laki telah mencium seorang wanita yang bukan mahram, kemudian ia datang kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan memberitahukan hal itu kepadanya. Maka Allah menurunkan ayat: ‘Dan dirikanlah shalat pada kedua tepi siang (pagi dan petang) dan pada bahagian permulaan daripada malam. Sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang baik itu menghapuskan (dosa) perbuatan-perbuatan yang buruk.” (QS. Huud: 114) Laki-laki itu bertanya: ‘Wahai Rasulullah, apakah ayat ini (khusus) untukku?’ Beliau menjawab: ‘(bahkan) untuk seluruh umatku.'” (HR. Al-Bukhari)

5. Shalat Dua Raka’at dengan Khusyu’

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa berwudhu seperti wudhuku ini, kemudian shalat dua raka’at tanpa berbicara dalam dirinya (khusyu’), niscaya Allah akan mengampuni dosanya yang telah lalu.” (HR. Al-Bukhari)

6. Berpuasa

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Ujian yang menimpa seseorang pada keluarga, harta, anak dan tetangganya dapat dihapuskan dengan shalat, puasa, dan bersedekah.” (HR. Al-Bukhari)

7. Puasa Ramadhan

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa berpuasa Ramadhan karena iman dan mengharapkan pahala, niscaya akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. Al-Bukhari)

8. Shalat Malam Bulan Ramadhan (Tarawih)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa shalat malam pada bulan Ramadhan karena iman dan mengharapkan pahala, niscaya akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. Al-Bukhari)

9. Shalat pada Malam Lailatul Qadar

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa shalat pada malam Lailatul Qadar karena iman dan mengharapkan pahala, niscaya akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. Al-Bukhari)

10. Puasa Hari Arafah

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Puasa pada hari Arafah, aku berharap kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala semoga menghapuskan (dosa-dosa) setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.” (HR. At-Tirmidzi, Ibnu Majah dan Al-Hakim)

11. Puasa Asyura

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Puasa pada hari Asyura, aku berharap kepada Allah semoga menghapuskan (dosa-dosa) setahun yang lalu.” (HR. Abu Dawud, At-Tirmidzi, Ibnu Majah dan Al-Hakim)

12. Bersedekah

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Bersedekah dapat menghapus kesalahan sebagaimana air dapat memadamkan api.” (HR. At-Tirmidzi) Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Wahai sekalian wanita, bersedekahlah dan perbanyaklah (bersedekah), karena aku melihat kebanyakan penghuni neraka adalah wanita.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

13. Amar Ma’ruf Nahi Munkar

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Ujian yang menimpa seseorang pada keluarga, harta, anak, dan tetangganya dapat dihapuskan dengan shalat, puasa, dan amr ma’ruf nahi munkar.” (HR. Al-Bukhari)

14. Ucapan: “Amin”

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Apabila imam mengucapkan: ‘amin’, maka ucapkanlah: ‘amin’ juga, karena barangsiapa yang ucapan aminnya bertepatan dengan ucapan ‘amin’ Malaikat, maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

15. Mengucapkan Do’a “Allahumma rabbanaa wa lakal hamdu”

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Apabila imam mengucapkan: ‘Sami’allahu liman hamidah (semoga Allah mendengarkan orang yang memuji-Nya), maka ucapkanlah: ‘Allahumma rabbanaa wa lakal hamdu (ya Allah rabb kami, segala pujian hanya untuk-Mu.’ Karena barangsiapa yang ucapannya bertepatan dengan ucapan malaikat, maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

16. Haji Mabrur

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang menunaikan ibadah haji karena Allah, kemudian dia tidak berkata keji dan berbuat fasik, maka ia kembali (bersih dari dosa) seperti hari ketika ia dilahirkan ibunya. Haji mabrur, tidak ada balasan baginya kecuali Surga.” (HR Al-Bukhari)

17. Musibah


Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tidaklah seorang muslim tertimpa gangguan melainkan Allah akan menggugurkan kesalahan-kesalahannya sebagaimana dedaunan yang gugur dari pohonnya. Tidaklah suatu musibah menimpa seorang muslim melainkan dengannya Allah akan hapuskan (dosa-dosanya) bahkan meski hanya sekedar sebuah duri yang menusuk kakinya.” (HR. Al-Bukhari)

18. Sakit Demam

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ” Janganlah mencela demam karena ia dapat menghilangkan kesalahan-kesalahan anak Adam sebagaimana pandai besi menghilangkan karat besi.” (HR. Muslim)

19. Amalan-Amalan Shalih

Allah Ta’ala berfirman, “Sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang baik itu menghapuskan (dosa) perbuatan-perbuatan yang buruk.” (QS. Huud: 114)

20. Umroh

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,  “Umroh yang satu ke umroh berikutnya merupakan pelebur dosa (hari-hari) di antara keduanya.” (HR. Al-Bukhari)

21. Mati Syahid

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,  “Segala dosa orang yang mati syahid akan diampuni, kecuali hutang.” (HR. Muslim)

22. Mengucapkan Do’a Ini Sebelum Tidur

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,  “Apabila engkau mendatangi tempat tidurmu, maka berwudhulah seperti berwudhu untuk shalat, kemudian rebahlah di atas bada sebelah kanan, lalu ucapkan: ‘Allahumma inni aslamtu nafsii ilaika, wa wajjahtu wajhii ilaika, wa fawwadhtu amrii ilaika, wa alja’-tu zhahrii ilaika, raghbatan wa rahbatan ilaika, laa malja-a wa laa manja minka illa ilaika, aamantu bikitaabikalladzii anzalta wa binabiyyikalladzi arsalta (Ya Allah, sesungguhnya aku menyerahkan diri ini kepada-Mu, menghadapkan wajah ini kepada-Mu, menyerahkan segala urusanku hanya kepada-Mu, dan aku menyandarkan punggungku ini kepada-Mu, dengan penuh harap (akan rahmat-Mu) dan rasa cemas (akan siksa-Mu), tidak ada tempat berlindung dan keselamatan dari (siksa)-Mu kecuali hanya kepada-Mu, aku berimana kepada kitab-Mu yang telah Engkau turunkan dan kepada Nabi-Mu yang telah Engkau utus).’ Apabila engkau mati, niscaya engkau mati dalam keadaan fithrah, dan jadikan do’a ini sebagai penutup perkataanmu.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

23. Berdzikir dan Bertasbih kepada Allah

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang mengucapkan: ‘Subhaanallaahi wa bihamdihi (Mahasuci Allah dengan segala pujian-Nya)’ dalam sehari sebanyak seratus kali, maka segala kesalahannya akan berguguran meskipun sebanyak buih di lautan.” (HR. Muslim) Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Apakah salah seorang di antara kalian tidak sanggup untuk mendapatkan seribu kebaikan setiap harinya; (yaitu dengan) bertasbih seratus kali. Sehingga akan dituliskan untuknya seribu kebaikan dan digugurkan darinya seribu kesalahan?!” (HR. Muslim)

24. Shalat Berjama’ah

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa berwudhu untuk mendirikan shalat, lalu ia menyempurnakannya wudhunya, kemudian berjalan untuk melaksanakan shalat wajib, lalu ia mengerjakan shalat bersama orang-orang atau secara berjama’ah atau di masjid, maka Allah akan mengampuni dosa-dosanya.” (HR. Muslim)

25. Wudhu yang Baik

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,  “Barangsiapa yang berwudhu dan melakukannya dengan baik, maka kesalahan-kesalahannya akan keluar dari badannya hingga keluar dari bawah kuku-kukunya.” (HR. Muslim)

26. Menyempurnakan Wudhu dalam Kondisi-Kondisi Sulit

Dalilnya silakan lihat poin no. 28 di bawah.

27. Berjalan Menuju Masjid

Dalilnya silakan lihat poin no. 28 di bawah.

28. Menunggu Shalat

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,  “Maukah aku tunjukkan kepada kalian sesuatu yang dapat menghapus dosa-dosa dan mengangkat derajat kalian?” Para Sahabat menjawab: “Tentu wahai Rasulullah.” Beliau bersabda: “Menyempurnakan wudhu dalam kondisi-kondisi sulit, memperbanyak langkah menuju masjid, menunggu shalat berikutnya setelah selesai shalat dan menjaga daerah perbatasan perang.” (HR. Muslim)

29. Mengucapkan Do’a Berikut Setelah Adzan

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,  “Barangsiapa yang setelah mendengar adzan mengucapkan: ‘Wa ana asyhadu an laa ilaaha illallaah wahdahu laa syariikalah, wa anna Muhammadan ‘Abduhu wa Rasuuluh, Radhiitu billaahi Rabbann, wa bimuhammadin Rasuulan, wa bil Islaami diinan (Dan aku bersaksi bahwasanya tidak ada Ilah yang berhak diibadahi dengan benar kecuali Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya, dan bahwasanya Muhammad adalah hamba dan Rasul-Nya, aku rela Allah menjadi Rabb-ku, Muhammad sebagai Nabiku dan Islam menjadi agamaku),’ maka dosanya akan diampuni.” (HR. Muslim)

30. Mengucapkan Dzikir Berikut Setelah Shalat Wajib

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,  “Barangsiapa yang bertasbih kepada Allah setelah selesai shalat (wajib) sebanyak tiga puluh tiga kali, bertahmid sebanyak tiga puluh tiga kali dan bertakbir sebanyak tiga puluh tiga kali, sehingga jumlahnya menjadi sembilan puluh sembilan, kemudian melengkapinya menjadi seratus dengan membaca: ‘Laa ilaaha illallah wahdahu laa syariikalah, lahul mulku walahul hamdu wa Huwa ‘alaa kulli syai-in Qadiir (tidak ada Ilah yang berhak diibadahi dengan benar kecuali Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya, hanya milik-Nya-lah seluruh kerajaan dan pujian, dan Dia mahakuasa atas segala sesuatu), niscaya kesalahan-kesalahannya akan diampuni, meskipun sebanyak buih di lautan.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

31. Mengusap Rukun Yamani dan Hajar Aswad

Lihat dalilnya pada no. 32 di bawah ini.

32. Thawaf di Sekeliling Ka’bah

Ibnu Umar berkata: “Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: ‘Sesungguhnya mengusap keduanya -yakni rukun Yamani dan Hajar Aswad- merupakan pelebur kesalahan-kesalahan.’ Dan aku juga pernah mendengarnya bersabda: ‘Barangsiapa berthawaf mengelilingi Ka’bah selama seminggu kemudian dia menghitungnya, maka seolah-olah ia memerdekakan seorang budak.’ Dan aku juga pernah mendengar beliau bersabda: ‘Tidaklah seseorang meletakkan kakinya dan mengangkat kaki yang lain, melainkan Allah akan menggugurkan satu kesalahan dan menuliskan untuknya satu kebaikan.'” (HR. At-Tarmidzi)

33. Do’a Pelebur Dosa Saat di Majelis

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,  “Barangsiapa duduk-duduk bermajelis, kemudian banyak melakukan kesalahan lalu sebelum berdiri dari majelisnya ia berkata: ‘Subhaanakallahumma wa bihamdika asyahu an laa ilaaha illaa Anta astaghfiruka wa atuubu ilaika, (Mahasuci Engkau ya Allah dan dengan segala pujian-Mu aku bersaksi bahwa tidak ada Ilah yang berhak diibadahi dengan benar selain Engkau, aku memohon ampun kepada-Mu dan aku pun bertaubat kepada-Mu), melainkan akan diampuni (kesalahan-kesalahan) yang telah terjadi di majelisnya itu.'” (HR. At-Tirmidzi)

34. Majelis-Majelis Dzikir

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,  “Sesungguhnya Allah memiliki Malaikat-Malaikat yang bertugas berjalan di muka bumi, apabila mereka mendapati sekelompok orang yang sedang berdzikir kepada Allah, mereka segera berseru: ‘Kemarilah, kalian telah mendapatkan keinginan kalian.’ Maka mereka pun berdatangan, lalu mengelilingi orang-orang tersebut hingga sampai ke langit dunia. Allah berfirman: ‘Apa yang sedang diperbuat oleh hamba-hamba-Ku ketika kalian meninggalkan mereka?’ Para Malaikat menjawab: ‘Kami meninggalkan mereka dalam keadaan sedang memuji-Mu, mengagungkan-Mu dan berdzikir kepada-Mu.’ Maka Allah berfirman: ‘Sesungguhnya Aku menjadikan kalian sebagai saksi bahwa Aku telah mengampuni mereka semuanya.'” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

35. Menyingkirkan Gangguan dari Jalan

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,  “Ketika seorang laki-laki sedang berjalan di suatu jalan, tiba-tiba ia melihat sebatang duri yang berada di tengah-tengah jalan lalu ia menyingkirkannya, maka Allah berterima kasih kepadanya dan mengampuni (dosa)nya.” (HR. Muslim)

36. Adzan

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,  “Orang yang adzan akan diampuni (dosa)nya lantaran suara panjangnya, dan setiap mahluk hidup dan mati akan menjadi saksi baginya.” (HR. As-Nasa-i)

37. Takut Kepada Allah

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,  “Allah merasa takjub terhadap seorang gembala kambing yang berada di puncak bukit, ia mengumandangkan adzan kemudian mendirikan shalat. Allah berfirman: ‘Lihatlah hamba-Ku ini, ia adzan dan mendirikan shalat lantaran takut kepada-Ku. Sungguh aku telah mengampuni hamba-Ku ini dan akan memasukkannya ke Surga.'” (HR. Abu Dawud, An-Nasa-i, dan Al-Hakim)

38. Bershalawat kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,  “Barangsiapa bershalawat kepadaku sekali saja, niscaya Allah akan bershalawat kepadanya sepuluh kali, dan akan dihapuskan darinya sepuluh kesalahan serta akan diangkat untuknya sepuluh derajat.” (HR An-Nasa-i dan Al-Hakim)

39. Shalat di Masjid Al-Aqsha

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tatkala Nabi Sulaiman selesai membangun Baitul Maqdis, dia memohon kepada Allah dengan tiga permohonan; hukum yang bertepatan dengan hukum Allah, kerajaan yang tidak diberikan kepada seorang pun setelahnya, dan tidaklah seseorang yang mendatangi masjidnya, ia tidak bertujuan selain shalat di dalamnya melainkan dosa-dosanya seperti keluar hari ia dilahirkan ibunya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: ‘Adapun yang pertama dan kedua telah diberikan kepadanya, dan aku berharap ia pun diberi yang ketiga.'” (HR. An-Nasa-i, Ahmad, dan Ibnu Majah)

40. Shalat Malam

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,  “Bersedekah dapat menghapus kesalahan sebagaimana air dapat memadamkan api, begitu pula shalat seseorang di tengah malam.” (HR. At-Tirmidzi dan Ibnu Majah)

41. Mengucapkan Do’a yang Agung Ini

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,  “Barangsiapa terbangun di tengah malam kemudian mengucapkan: ‘Laa ilaaha illallah wahdahu laa syariika lah, lahul mulku wa lahul hamdu wa Huwa ‘alaa kulli syai-in Qodiir alhamdulillah, wa subhaanallah, wa laa ilaaha illallah wallaahu akbar wa laa haula wa laa quwwata illa billaah (Tidak ada ilah yang berhak diibadahi dengan benar kecuali Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya, hanya milik-Nya-lah seluruh kerajaan dan pujian, dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu, segala puji bagi Allah, Mahasuci Allah, tidak ada ilah selain Allah, Allah Mahabesar, serta tidak ada daya dan upaya melainkan dari Allah).’ Kemudian juga mengucapkan: ‘Allaahummaghfirlii (Ya Allah, ampuni aku).’ atay berdo’a, niscaya do’anya akan dikabulkan. Dan apabila ia berwudhu dan shalat, niscaya shalatnya akan diterima.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

42. Beristighfar

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,  “Demi Rabb yang jiwaku berada di tangan-Nya, apabila kalian tidak berbuat dosa, niscaya Allah akan membinasakan kalian dan menggantikan kalian dengan kaum lain yang berbuat dosa, sehingga mereka memohon ampun kepada Allah dan Allah pun mengampuni mereka.” (HR. Muslim)

43. Bertaubat

Allah Ta’ala berfirman: “Katakalah: ‘Hai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.'” (QS. Az-Zumar: 53) Dalam ayat lain: “Tidakkah mereka mengetahui, bahwasanya Allah menerima taubat dari hamba-hamba-Nya dan menerima zakat dan bahwasanya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang?” (QS. At-Taubah:  104) Juga firman-Nya: “Dan Dia-lah yang menerima taubat dari hamba-hamba-Nya dan memaafkan kesalahan-kesalahan.” (QS. Asy-Syuura: 25) Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa bertaubat sebelum matahari terbit dari barat, maka Allah akan menerima taubatnya.” (HR. Muslim)

44. Memberi Minum Orang yang Kehausan

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Ketika seseorang sedang berjalan di suatu jalan, tiba-tiba ia merasa sangat kehausan. Hingga akhirnya ia menemukan sebuah sumur. Ia pun turun dan minum lalu keluar, tetapi tiba-tiba ia melihat seekor anjing menjulurkan lidahnya menjilati tanah karena sangat kehausan. Orang tersebut berkata: ‘Anjing ini sangat kehausan sebagaimana diriku tadi.’ Kemudian ia turun ke sumur itu dan memenuhi sepatu bootnya dengan air, lalu ia menggigitnya hingga naik ke atas. Kemudian ia memberi minum anjing itu. Maka Allah berterima kasih kepadanya dan mengampuni dosanya.” Para Sahabat bertanya: “Wahai Rasulullah, apakah kita mendapat pahala apabila menolong binatang?” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab: “Di setiap mahluk hidup ada pahalanya.” (HR. Muslim)

45. Mengucapkan Do’a Ini

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa mengucapkan: ‘Laa ilaaha illallah wahdahu laa syariika lah, lahul mulku wa lahul hamdu wa Huwa ‘alaa kulli syai-in Qodiir (Tidak ada ilah yang berhak diibadahi dengan benar kecuali Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya, hanya milik-Nya-lah seluruh kerajaan dan pujian, dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu),’ dalam sehari sebanyak seratus kali, maka hal itu bagianya seperti memerdekakan sepuluh orang budak, dituliskan untuknya seratus kebaikan, dan dihapuskan darinya seratus kesalahan, dan do’a itu akan menjadi pelindung baginya dari syaithan pada hari itu hingga sorenya. Dan tidak ada seorang pun yang dapat membawa kebaikan lebih utama dari orang yang mengucapkan dzikir ini kecuali orang yang melakukannya dengan jumlah lebih dari itu.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

46. Shalat di Empat Masjid

Dari ‘Ashim bin Sufyan Ats-Tsaqafi ia berkata: “Telah dikabarkan kepada kami bahwa orang yang shalat di empat masjid akan diampuni dosanya.” (HR. Ahmad, An-Nasa-i, Ibnu Majah dan Ibnu Hibban). Ibnu Hibban berkata: “Empat masjid tersebut adalah: Al-Masjidil Haram, Masjid Nabawi di Madinah, Masjidil Aqsha dan Masjid Quba.”

47. Memperbanyak Membaca Surat Tabaarak (Al-Mulk)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sebuah surat di dalam Al-Quran yang berjumlah tiga puluh ayat dapat memberikan syafa’at kepada orang yang membacanya hingga dosanya diampuni, (yaitu) tabarokalladzii biyadihil mulku (surat Al-Mulk).” (HR. Abu Dawud, Ibnu Majah, Ahmad dan Ibnu Hibban)

48. Mengucapkan Dzikir Berikut

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata kepada Ali: “Maukah aku ajarkan kepadamu beberapa kalimat, apabila engkau membacanya Allah akan mengampuni dosamu, sedangkan hal ini dapat membuatmu terampuni: ‘Laa ilaaha illallah al-haliim al-kariim, laa ilaaha illallah al-‘alii al-‘azhiim, subhaanallah rabbissamaawaatis sab’i wa rabbil ‘arsyil ‘azhiim, al-hamdulillaahi rabbil ‘aalamiin (Tidak ada ilah yang berhak diibadahi dengan benar kecuali Allah, Mahapenyantun lagi Mahamulia. Tidak ada ilah yang berhak diibadahi dengan benar kecuali Allah, Mahatinggi dan Mahaagung, Mahasuci Allah Rabb tujuh langi dan Rabb ‘Arsy yang agung, segala puji bagi Allah Rabb semesta alam).” (HR. At-Tirmidzi, Ahmad, dan An-Nasa-i)

49. Mengamalkan Satu Sifat Penghantar ke Surga

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Ada empat puluh sifat -yang tertinggi adalah menafkahkan seekor unta-, tidaklah seseorang melakukan salah satu dari sifat-sifat tersebut dengan mengharap pahala dan membenarkan janjinya melainkan Allah akan memasukkannya ke dalam Surga.” (HR. Al-Bukhari)

50. Menolong Janda dan Orang Miskin

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Orang yang membantu meringankan beban janda dan orang miskin (pahalanya) sama seperti orang yang berjihad di jalan Allah, atau seperti orang yang shalat malam dan berpuasa di siang hari.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

======================

๐Ÿ‘‰“Barangsiapa yang berdiri shalat pada bulan Ramadhan dengan penuh iman dan mengharap pahala maka akan diampuni dosa – dosanya yang telah lalu” (HR. Bukhari dan Muslim).
* ู…ู† ุฃูƒู„ ุทุนุงู…ุง ูู‚ุงู„ ุงู„ุญู…ุฏ ู„ู„ู‡ ุงู„ุฐูŠ ุฃุทุนู…ู†ูŠ ู‡ุฐุง ูˆุฑุฒู‚ู†ูŠู‡ ู…ู† ุบูŠุฑ ุญูˆู„ ู…ู†ูŠ ูˆู„ุง ู‚ูˆุฉ ุบูุฑ ู„ู‡ ู…ุง ุชู‚ุฏู… ู…ู† ุฐู†ุจู‡
๐Ÿ‘‰“Barang siapa yang setelah makan membaca “Alhamdulillahil ladzi ad’amani hadza wa razaqanihi min ghairi haulin minni wala quwwah” maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu” (HR. Tirmidzi. Al-Albani berkata: hadist hasan).


๐Ÿ’ฅ DOWNLOAD BUKU DOSA-DOSA BESAR  (Bahasa Indonesia)
๐Ÿ’ฅ Al-Kaba’ir, Imam adz-Dzahabi [download] (Bahasa Arab)

FITNAH


Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wasallam bersabda:

ุณَุชَูƒُูˆู†ُ ูِุชَู†ٌ ุงู„ْู‚َุงุนِุฏُ ูِูŠู‡َุง ุฎَูŠْุฑٌ ู…ِู†َ ุงู„ْู‚َุงุฆِู…ِ ، ูˆَุงู„ْู‚َุงุฆِู…ُ ูِูŠู‡َุง ุฎَูŠْุฑٌ ู…ِู†َ ุงู„ْู…َุงุดِู‰ ، ูˆَุงู„ْู…َุงุดِู‰ ูِูŠู‡َุง ุฎَูŠْุฑٌ ู…ِู†َ ุงู„ุณَّุงุนِู‰ ، ู…َู†ْ ุชَุดَุฑَّูَ ู„َู‡َุง ุชَุณْุชَุดْุฑِูْู‡ُ ، ูَู…َู†ْ ูˆَุฌَุฏَ ูِูŠู‡َุง ู…َู„ْุฌَุฃً ุฃَูˆْ ู…َุนَุงุฐًุง ูَู„ْูŠَุนُุฐْ ุจِู‡

“Akan terjadi fitnah, orang yang duduk lebih baik daripada yang berdiri, orang yang berdiri lebih baik daripada yang berjalan, orang yang berjalan lebih baik daripada yang berlari, barangsiapa yang mencari fitnah maka dia akan terkena pahitnya dan barangsiapa yang menjumpai tempat berlindung maka hendaknya dia berlindung” 

(HR. Bukhari – Muslim).

ุนَู†ْ ุงู„ْู…ِู‚ْุฏَุงุฏِ ุจْู†ِ ุงู„ْุฃَุณْูˆَุฏِ ู‚َุงู„َ ุงูŠْู…ُ ุงู„ู„َّู‡ِ ู„َู‚َุฏْ ุณَู…ِุนْุชُ ุฑَุณُูˆู„َ ุงู„ู„َّู‡ِ ุตَู„َّู‰ ุงู„ู„َّู‡ُ ุนَู„َูŠْู‡ِ ูˆَุณَู„َّู…َ ูŠَู‚ُูˆู„ُ ุฅِู†َّ ุงู„ุณَّุนِูŠุฏَ ู„َู…َู†ْ ุฌُู†ِّุจَ ุงู„ْูِุชَู†َ ุฅِู†َّ ุงู„ุณَّุนِูŠุฏَ ู„َู…َู†ْ ุฌُู†ِّุจَ ุงู„ْูِุชَู†ِ ุฅِู†َّ ุงู„ุณَّุนِูŠุฏَ ู„َู…َู†ْ ุฌُู†ِّุจَ ุงู„ْูِุชَู†ُ ูˆَู„َู…َู†ْ ุงุจْุชُู„ِูŠَ ูَุตَุจَุฑَ ูَูˆَุงู‡ًุง

“Dari al Miqdad bin al Aswad Radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata: 
Demi Allah! Aku telah mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Sesungguhnya orang yang berbahagia adalah orang yang dijauhkan dari fitnah. 
Sesungguhnya orang yang berbahagia adalah orang yang dijauhkan dari fitnah. 
Sesungguhnya orang yang berbahagia adalah orang yang dijauhkan dari fitnah. 
Dan barangsiapa yang mendapat ujian lalu bersabar, maka alangkah bagusnya”.

Hadits ini diriwayatkan Imam Abu Dawud dalam Sunan-nya, kitab al Fitan wal Malahim, Bab Fi an-Nahyi ‘an as-Sa’yi fil Fitnah, no. 4263 (4/460). Hadits ini dishahihkan al Albani dalam al Misykah al Mashabih no. 5405, juga dalam Silsilah Ahadits ash-Shahihah no. 975 dan Shahih Sunan Abu Dawud no. 4263.

FITNAH HARTA


Diriwayatkan dari Ka’ab bin ‘Iyadh Radhiyallahu anhu, dia mengatakan, “Aku pernah mendengar Rasรปlullรขh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

ุฅِู†َّ ู„ِูƒُู„ِّ ุฃُู…َّุฉٍ ูِุชْู†َุฉً ูˆَุฅِู†َّ ูِุชْู†َุฉَ ุฃُู…َّุชِูŠ ุงู„ْู…َุงู„ُ

Sesungguhnya masing-masing umat itu ada fitnahnya dan fitnah bagi umatku adalah harta [HR. Ahmad, Tirmidzi dan Ibni Hibbรขn dalam shahihnya]

Rasรปlullรขh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

ูَูˆَุงู„ู„َّู‡ِ ู…َุง ุงู„ْูَู‚ْุฑَ ุฃَุฎْุดَู‰ ุนَู„َูŠْูƒُู…ْ ูˆَู„َูƒِู†ِّูŠ ุฃَุฎْุดَู‰ ุฃَู†ْ ุชُุจْุณَุทَ ุนَู„َูŠْูƒُู…ْ ุงู„ุฏُّู†ْูŠَุง ูƒَู…َุง ุจُุณِุทَุชْ ุนَู„َู‰ ู…َู†ْ ูƒَุงู†َ ู‚َุจْู„َูƒُู…ْ ูَุชَู†َุงูَุณُูˆู‡َุง ูƒَู…َุง ุชَู†َุงูَุณُูˆู‡َุง ูˆَุชُู‡ْู„ِูƒَูƒُู…ْ ูƒَู…َุง ุฃَู‡ْู„َูƒَุชْู‡ُู…ْ

Demi Allรขh ! Bukan kefakiran yang saya khawatirkan atas kalian, namun yang saya khawatirkan adalah kalian diberi kemakmuran dunia sebagaimana pernah diberikan kepada umat sebelum kalian, lalu kalian berlomba-lomba sebagaimana mereka. Sehingga akhirnya dunia menyebabkan kalian binasa sebagaimana mereka. [HR. Bukhรขri dan Muslim]

Dalam hadits riwayat Abu Hurairah Radhiyallahu anhu bahwa Rasรปlullรขh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

ู„َูŠَุฃْุชِูŠَู†َّ ุนَู„َู‰ ุงู„ู†َّุงุณِ ุฒَู…َุงู†ٌ ู„َุง ูŠُุจَุงู„ِูŠ ุงู„ْู…َุฑْุกُ ุจِู…َุง ุฃَุฎَุฐَ ุงู„ْู…َุงู„َ ุฃَู…ِู†ْ ุญَู„َุงู„ٍ ุฃَู…ْ ู…ِู†ْ ุญَุฑَุงู…ٍ

Sungguh akan datang suatu masa, saat itu manusia tidak lagi peduli dengan cara apa dia menghasilkan harta, apakah dari sesuatu yang halal ataukah haram ! [HR. Bukhรขri]

FITNAH WANITA

Dalam hadits yang diriwayatkan Usรขmah bin Zaid Radhiyallahu anhu Radhiyallahu anhuma, beliau Radhiyallahu anhu mengatakan, “Rasรปlullรขh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

ู…َุง ุชَุฑَูƒْุชُ ุจَุนْุฏِูŠ ูِุชْู†َุฉً ู‡ِูŠَ ุฃَุถَุฑُّ ุนَู„َู‰ ุงู„ุฑِّุฌَุงู„ِ ู…ِู†ْ ุงู„ู†ِِِِِِِِِِّุณَุงุก
ِ
Saya tidak meninggalkan satu fitnah yang lebih berbahaya bagi kaum lelaki selain (ujian) wanita [HR. Bukhรขri dan Muslim]

=================

Makna kata fitnah dalam Al-Qur’anul Karim

Kata fitnah banyak terulang dalam Al-Qur’anul Karim di beberapa surat. Berikut ini ringkasan keterangan Syaikh Muhammad Shaleh Al-Munajjid hafizhahullah tentang makna kata fitnah dalam Al-Qur’anul Karim.
1. Cobaan dan Ujian (ุงู„ุงุจุชู„ุงุก ูˆุงู„ุงุฎุชุจุงุฑ)
Firman Allah Ta’ala,
ุฃَุญَุณِุจَ ุงู„ู†َّุงุณُ ุฃَู†ْ ูŠُุชْุฑَูƒُูˆุง ุฃَู†ْ ูŠَู‚ُูˆู„ُูˆุง ุขู…َู†َّุง ูˆَู‡ُู…ْ ู„َุง ูŠُูْุชَู†ُูˆู†َ
“Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: “Kami telah beriman”, sedang mereka tidak diuji lagi?” (Al-Ankabuut: 2).
Maksud {ูˆَู‡ُู…ْ ู„َุง ูŠُูْุชَู†ُูˆู†َ} adalah
ูˆู‡ู… ู„ุง ูŠุจุชู„ูˆู†
“Sedang mereka tidak diuji lagi?” (Tafsir Ibnu Jarir).
2. Memalingkan dari jalan kebenaran dan menolaknya
Firman Allah Ta’ala,
ูˆَุงุญْุฐَุฑْู‡ُู…ْ ุฃَู†ْ ูŠَูْุชِู†ُูˆูƒَ ุนَู†ْ ุจَุนْุถِ ู…َุง ุฃَู†ْุฒَู„َ ุงู„ู„َّู‡ُ ุฅِู„َูŠْูƒَ          
“Dan berhati-hatilah kamu terhadap mereka, supaya mereka tidak memalingkan kamu dari sebahagian apa yang telah diturunkan Allah kepadamu” (Al-Maaidah: 49).
Al-Qurthubi rahimahullah mengatakan,
ู…ุนู†ุงู‡: ูŠุตุฏูˆูƒ ูˆูŠุฑุฏูˆูƒ
“Maknanya adalah menghalangimu dan menolakmu.”
3. Siksa
Sebagaimana firman Allah Ta’ala,
ุซُู…َّ ุฅِู†َّ ุฑَุจَّูƒَ ู„ِู„َّุฐِูŠู†َ ู‡َุงุฌَุฑُูˆุง ู…ِู†ْ ุจَุนْุฏِ ู…َุง ูُุชِู†ُูˆุง
“Dan sesungguhnya Tuhanmu (pelindung) bagi orang-orang yang berhijrah sesudah mendapatkan siksaan” (An-Nahl: 110).
Maksud {ูُุชِู†ُูˆุง} adalah mereka disiksa.
4. Syirik dan kekufuran
Sebagaimana firman Allah Ta’ala :
ูˆَู‚َุงุชِู„ُูˆู‡ُู…ْ ุญَุชَّู‰ٰ ู„َุง ุชَูƒُูˆู†َ ูِุชْู†َุฉٌ
“Dan perangilah mereka itu, sehingga tidak ada fitnah lagi” (Al-Baqarah: 193).
Ibnu Katsir rahimahullah menjelaskan fitnah dalam Ayat ini berkata,
ุฃูŠ ุดุฑูƒ
“yaitu syirik.”
5. Terjatuh di dalam kemaksiatan dan kemunafikan
Sebagaimana firman Allah Ta’ala tentang orang-orang munafikin,
ูŠُู†َุงุฏُูˆู†َู‡ُู…ْ ุฃَู„َู…ْ ู†َูƒُู†ْ ู…َุนَูƒُู…ْ ۖ ู‚َุงู„ُูˆุง ุจَู„َู‰ٰ ูˆَู„َٰูƒِู†َّูƒُู…ْ ูَุชَู†ْุชُู…ْ ุฃَู†ْูُุณَูƒُู…ْ
“Orang-orang munafik itu memanggil mereka (orang-orang mukmin) seraya berkata: “Bukankah kami dahulu bersama-sama dengan kamu?” Mereka menjawab benar, tetapi kalian mencelakakan diri kalian sendiri” (Al-Hadiid: 14)
Al-Baghawi rahimahullah berkata,
ุฃูŠ ุฃูˆู‚ุนุชู…ูˆู‡ุง ููŠ ุงู„ู†ูุงู‚ ูˆุฃู‡ู„ูƒุชู…ูˆู‡ุง ุจุงุณุชุนู…ุงู„ ุงู„ู…ุนุงุตูŠ ูˆุงู„ุดู‡ูˆุงุช.
“Maksudnya kalian menjerumuskan diri kalian sendiri kedalam nifak dan kalia binasakan diri kalian dengan melakukan kemaksiatan dan (mengikuti) syahwat.”
6. Samarnya antara kebenaran dengan kebatilan
Sebagaimana firman Allah Ta’ala:
ุฅِู„َّุง ุชَูْุนَู„ُูˆู‡ُ ุชَูƒُู†ْ ูِุชْู†َุฉٌ ูِูŠ ุงู„ْุฃَุฑْุถِ ูˆَูَุณَุงุฏٌ ูƒَุจِูŠุฑٌ
“Jika kalian (hai para muslimin) tidak melaksanakan apa yang telah diperintahkan Allah itu, niscaya akan terjadi kesamaran antara Kebenaran dengan kebatilan di muka bumi dan kerusakan yang besar” (Al-Anfaal: 73).
Maksudnya:
ุฅู„ุง ูŠูˆุงู„ู‰ ุงู„ู…ุคู…ู† ู…ู† ุฏูˆู† ุงู„ูƒุงูุฑ ، ูˆุฅู† ูƒุงู† ุฐุง ุฑุญู… ุจู‡ {ุชูƒู† ูุชู†ุฉ ููŠ ุงู„ุฃุฑุถ} ุฃูŠ ุดุจู‡ุฉ ููŠ ุงู„ุญู‚ ูˆุงู„ุจุงุทู„
“Jika tidak wala’ (cinta) kepada kaum mukminin tanpa orang kafir walaupun (orang kafir tersebut) kerabat yang ada hubungan rahimnya, {ุชَูƒُู†ْ ูِุชْู†َุฉٌ ูِูŠ ุงู„ْุฃَุฑْุถِ}, yaitu:  akan terjadi syubhat / kesamaran antara Kebenaran dengan kebatilan” (Tafsir Jami’ul Bayan, Ibnu Jarir).
7. Penyesatan
Sebagaimana firman Allah Ta’ala,
ูˆَู…َู†ْ ูŠُุฑِุฏِ ุงู„ู„َّู‡ُ ูِุชْู†َุชَู‡ُ ูَู„َู†ْ ุชَู…ْู„ِูƒَ ู„َู‡ُ ู…ِู†َ ุงู„ู„َّู‡ِ ุดَูŠْุฆًุง
“Barangsiapa yang Allah menghendaki kesesatannya, maka sekali-kali kamu tidak akan mampu menolak sesuatupun (yang datang) daripada Allah” (Al-Maaidah: 41).
Sesungguhnya makna fitnah disini adalah Penyesatan (Al-Bahrul Muhith).
8. Pembunuhan dan penawanan
Sebagaimana firman Allah Ta’ala,
ูˆَุฅِุฐَุง ุถَุฑَุจْุชُู…ْ ูِูŠ ุงู„ْุฃَุฑْุถِ ูَู„َูŠْุณَ ุนَู„َูŠْูƒُู…ْ ุฌُู†َุงุญٌ ุฃَู†ْ ุชَู‚ْุตُุฑُูˆุง ู…ِู†َ ุงู„ุตَّู„َุงุฉِ ุฅِู†ْ ุฎِูْุชُู…ْ ุฃَู†ْ ูŠَูْุชِู†َูƒُู…ُ ุงู„َّุฐِูŠู†َ ูƒَูَุฑُูˆุง
“Dan apabila kalian bepergian di muka bumi, maka tidaklah mengapa kalian men-qashar shalat(mu), jika kalian takut diserang orang-orang kafir” (An-Nisaa`: 101).
Dalam Tafsir Ibnu Jarir, disebutkan tafsir ayat ini,
ุญู…ู„ู‡ู… ุนู„ูŠู‡ู… ูˆู‡ู… ููŠู‡ุง ุณุงุฌุฏูˆู† ุญุชู‰ ูŠู‚ุชู„ูˆู‡ู… ุฃูˆ ูŠุฃุณุฑูˆู‡ู…
“Serangan orang kafir terhadap kaum mukminin, sedangkan mereka dalam keadaan shalat, saat sujud, hingga orang-orang kafir tersebut membunuh kaum mukminin atau menawan mereka” (Tafsir Ibnu Jarir).
9. Perselisihan pendapat dan tidak bersatunya hati mereka
Sebagaimana firman Allah Ta’ala,
ู„َูˆْ ุฎَุฑَุฌُูˆุง ูِูŠูƒُู…ْ ู…َุง ุฒَุงุฏُูˆูƒُู…ْ ุฅِู„َّุง ุฎَุจَุงู„ًุง ูˆَู„َุฃَูˆْุถَุนُูˆุง ุฎِู„َุงู„َูƒُู…ْ ูŠَุจْุบُูˆู†َูƒُู…ُ ุงู„ْูِุชْู†َุฉَ
“Jika mereka berangkat bersama-sama kalian, niscaya mereka tidak menambah kalian selain dari kerusakan belaka, dan tentu mereka akan bergegas maju ke muka di celah-celah barisan kalian, untuk mengadakan perselisihan di antara kalian” (At-Taubah: 47)
Maksud dari {ูŠَุจْุบُูˆู†َูƒُู…ُ ุงู„ْูِุชْู†َุฉَ} adalah mereka menjerumuskan kalian ke dalam perselisihan diantara kalian.
10. Gila
Sebagaimana firman Allah Ta’ala,
ุจِุฃَูŠْูŠِูƒُู…ُ ุงู„ْู…َูْุชُูˆู†ُ
“Siapa di antara kalian yang gila” (Al-Qolam: 6)
Maksud {ุงู„ْู…َูْุชُูˆู†ُ} adalah gila.
11. Pembakaran dengan api
ุฅِู†َّ ุงู„َّุฐِูŠู†َ ูَุชَู†ُูˆุง ุงู„ْู…ُุคْู…ِู†ِูŠู†َ ูˆَุงู„ْู…ُุคْู…ِู†َุงุชِ
“Kemudian mereka tidak bertaubat, maka bagi mereka azab Jahannam dan bagi mereka azab (neraka) yang membakar” (Al-Buruuj:10).
Al-Baghawi rahimahullah berkata,
{ุฅู† ุงู„ุฐูŠู† ูุชู†ูˆุง} ุนุฐุจูˆุง ูˆุฃุญุฑู‚ูˆุง
Makna {ุฅู† ุงู„ุฐูŠู† ูุชู†ูˆุง} mereka diadzab dan dibakar.
================================ REKAMAN =============================

Bekal-Bekal Syar’i Saat Fitnah Melanda
Ust.Dzulqarnain

Sesi 1: Play in Popup | Download
Sesi 2: Play in Popup | Download
Sesi Tanya Jawab Play in Popup | Download
-----------------------
Wasiat Rasulullah Yang Dilupakan Ketika Fitnah Melanda
Ust Ahmad Khodim

Pemicu Gemuruh Fitnah
Al Ustadz Muhammad Afifuddin as Sidawy 

KEKUASAAN

Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
ุฅู†َّูƒُู…ْ ุณَุชَุญْุฑِุตُูˆู†َ ุนَู„َู‰ ุงู„ุฅู…َุงุฑَุฉِ ، ูˆَุณَุชَูƒูˆู†ُ ู†َุฏَุงู…َุฉً ูŠَูˆْู…َ ุงู„ู‚ِูŠَุงู…َุฉ
“Nanti engkau akan begitu tamak pada kekuasaan. Namun kelak di hari kiamat, engkau akan benar-benar menyesal” (HR. Bukhari no. 7148).

Dari Ka’ab bin Malik radhiallahu ‘anhu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tidaklah dua ekor serigala yang lapar dilepas di tengah sekawanan kambing lebih merusak daripada merusaknya seseorang terhadap agamanya karena ambisinya untuk mendapatkan harta dan kedudukan.”
Hadits ini diriwayatkan oleh At-Tirmidzi (no. 2482)

Dalam Shahih Al-Bukhari juga, dari sahabat Abu Musa Al-Asy’ari, bahwa ada dua orang mengatakan kepada Nabi : “Wahai Rasulullah, jadikan kami sebagai pemimpin.” Maka beliau menjawab:
ุฅِู†َّุง ู„َุง ู†ُูˆَู„ِّูŠ ุฃَู…ْุฑَู†َุง ู‡َุฐَุง ู…َู†ْ ุณَุฃَู„َู‡ُ ูˆَู„َุง ู…َู†ْ ุญَุฑِุตَ ุนَู„َูŠْู‡ِ
“Sesungguhnya kami tidak akan memberikan kepemimpinan kami ini kepada seseorang yang memintanya atau berambisi terhadapnya.” (Shahih, HR. Al-Bukhari dan Muslim)


Nabi katakan kepada Abdurrahman bin Samurah :
ูŠَุง ุนَุจْุฏَ ุงู„ุฑَّุญْู…َู†ِ ุจْู†َ ุณَู…ُุฑَุฉَ، ู„َุง ุชَุณْุฃَู„ِ ุงู„ْุฅِู…َุงุฑَุฉَ ูَุฅِู†َّูƒَ ุฅู†ْ ุฃُุนْุทِูŠุชَู‡َุง ุนَู†ْ ู…َุณْุฃَู„َุฉٍ ูˆُูƒِู„ْุชَ ุฅِู„َูŠْู‡َุง ูˆَุฅِู†ْ ุฃُุนْุทِูŠุชَู‡َุง ุนَู†ْ ุบَูŠْุฑِ ู…َุณْุฃَู„َุฉٍ ุฃُุนِู†ْุชَ ุนَู„َูŠْู‡َุง
“Wahai Abdurrahman, janganlah kamu meminta kepemimpinan. Karena jika engkau diberinya karena engkau mencarinya engkau akan dibiarkan mengurusi sendiri (tidak Allah bantu). Tetapi jika engkau diberinya tanpa mencarinya maka engkau akan dibantu (Allah) dalam mengurusinya.” (Shahih, HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Nabi -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- bersabda,
“Kami tak akan mempekerjakan dalam urusan kami orang yang menginginkannya”. [HR. Al-Bukhoriy (2261, 6923, & 7156), dan Muslim (1733)]

AKHLAQ

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam diutus untuk mengajak manusia agar beribadah hanya kepada Allah Azza wa Jalla saja dan memperbaiki akhlak manusia. Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

ุฅِู†َّู…َุง ุจُุนِุซْุชُ ِู„ุฃُุชَู…ِّู…َ ุตَุงู„ِุญَ ุงْู„ุฃَุฎْู„ุงَู‚ِ.

“Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak yang baik.”

[HR. Al-Bukhari dalam al-Adabul Mufrad no. 273 (Shahiihul Adabil Mufrad no. 207), Ahmad (II/381), dan al-Hakim (II/613), dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu. 
Dishahihkan oleh Syaikh al-Albani dalam Silsilatul Ahaadiits ash-Shahiihah (no. 45).]

Sesungguhnya antara akhlak dengan ‘aqidah terdapat hubungan yang sangat kuat sekali. Karena akhlak yang baik sebagai bukti dari keimanan dan akhlak yang buruk sebagai bukti atas lemahnya iman, semakin sempurna akhlak seorang Muslim berarti semakin kuat imannya.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

ุฃَูƒْู…َู„ُ ุงู„ْู…ُุคْู…ِู†ِูŠْู†َ ุฅِูŠْู…َุงู†ًุง ุฃَุญْุณَู†ُู‡ُู…ْ ุฎُู„ُู‚ًุง، ูˆَุฎِูŠَุงุฑُูƒُู…ْ ุฎِูŠَุงุฑُูƒُู…ْ ู„ِู†ِุณَุงุฆِู‡ِู…ْ.

“Kaum Mukminin yang paling sempurna imannya adalah yang akhlaknya paling baik di antara mereka, dan yang paling baik di antara kalian adalah yang paling baik kepada isteri-isterinya.”

[HR. At-Tirmidzi (no. 1162), Ahmad (II/250, 472), 
Ibnu Hibban (at-Ta’liqaatul Hisaan ‘alaa Shahiih Ibni Hibban no. 4164). 
Lafazh awalnya diriwayatkan juga oleh Abu Dawud (no. 4682), al-Hakim (I/3), dari Sahabat Abu Hurairah Radhiyallahu anhu. At-Tirmidzi berkata, “Hadits hasan shahih.”]

Akhlak yang baik adalah bagian dari amal shalih yang dapat menambah keimanan dan memiliki bobot yang berat dalam timbangan. Pemiliknya sangat dicintai oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan akhlak yang baik adalah salah satu penyebab seseorang untuk dapat masuk Surga.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

ู…َุง ุดَูŠْุกٌ ุฃَุซْู‚َู„ُ ูِูŠْ ู…ِูŠْุฒَุงู†ِ ุงู„ْู…ُุคْู…ِู†ِ ูŠَูˆْู…َ ุงู„ْู‚ِูŠَุงู…َุฉِ ู…ِู†ْ ุฎُู„ُู‚ٍ ุญَุณَู†ٍ ูˆَุฅِู†َّ ุงู„ู„ู‡َ ู„َูŠُุจْุบِุถُ ุงู„ْูَุงุญِุดَ ุงู„ْุจَุฐِูŠْุกَ.

“Tidak ada sesuatu pun yang lebih berat dalam timbangan seorang mukmin di hari Kiamat melainkan akhlak yang baik, dan sesungguhnya Allah sangat membenci orang yang suka berbicara keji dan kotor.”

[HR. At-Tirmidzi (no. 2002) dan Ibnu Hibban (no. 1920, al-Mawaarid), dari Sahabat Abu Darda’ Radhiyallahu anhu. At-Tirmidzi berkata: “Hadits ini hasan shahih.” 
Lafazh ini milik at-Tirmidzi, lihat Silsilatul Ahaadiits ash-Shahiihah (no. 876).]

Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda pula:

ุฅِู†َّ ู…ِู†ْ ุฃَุญَุจِّูƒُู…ْ ุฅِู„َูŠَّ ูˆَุฃَู‚ْุฑَุจِูƒُู…ْ ู…ِู†ِّูŠْ ู…َุฌْู„ِุณًุง ูŠَูˆْู…َ ุงู„ْู‚ِูŠَุงู…َุฉِ ุฃَุญَุงุณِู†َูƒُู…ْ ุฃَุฎْู„ุงَู‚ุงً…

“Sesungguhnya yang paling aku cintai di antara kalian dan yang paling dekat majelisnya denganku pada hari Kiamat adalah yang paling baik akhlaknya…”

[HR. At-Tirmidzi (no. 2018), ia berkata: “Hadits hasan.” 
Hadits ini dari Sahabat Jabir bin ‘Abdillah Radhiyallahu anhu. 
Hadits ini ada beberapa syawahid (penguat), lihat Silsilatul Ahaadiits ash-Shahiihah (no. 791).]

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam ditanya tentang kebanyakan yang menyebabkan manusia masuk Surga, maka beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab:

ุชَู‚ْูˆَู‰ ุงู„ู„ู‡ِ ูˆَุญُุณْู†ُ ุงู„ْุฎُู„ُู‚ِ، ูˆَุณُุฆِู„َ ุนَู†ْ ุฃَูƒْุซَุฑِ ู…َุง ูŠُุฏْุฎِู„ُ ุงู„ู†َّุงุณَ ุงู„ู†َّุงุฑَ؟ ูَู‚َุงู„َ: ุงَู„ْูَู…ُ ูˆَุงู„ْูَุฑْุฌُ.

“Takwa kepada Allah dan akhlak yang baik.” Dan ketika ditanya tentang kebanyakan yang menyebabkan manusia masuk Neraka, maka beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab: “Lidah dan kemaluan.”

[HR. At-Tirmidzi (no. 2004), al-Bukhari dalam al-Adabul Mufrad (no. 289), Shahiihul Adabil Mufrad (no. 222), Ibnu Majah (no. 4246), Ahmad (II/291, 392, 442), Ibnu Hibban (no. 476, at-Ta’liiqaatul Hisaan ‘alaa Shahiih Ibni Hibban), al-Hakim (IV/324). At-Tirmidzi berkata: “Hadits ini hasan shahih.” Dari Sahabat Abu Hurairah Radhiyallahu anhu.]

Ahlus Sunnah juga memerintahkan untuk berbuat baik kepada kedua orang tua, menganjurkan untuk bersilaturrahim, serta berbuat baik kepada tetangga, anak yatim, fakir miskin, dan Ibnu Sabil. Mereka (Ahlus Sunnah) melarang dari berbuat sombong, angkuh, dan zhalim. Mereka memerintahkan untuk berakhlak yang mulia dan melarang dari akhlak yang hina.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

ุฅِู†َّ ุงู„ู„ู‡َ ูƒَุฑِูŠْู…ٌ ูŠُุญِุจُّ ุงู„ْูƒَุฑَู…َ ูˆَู…َุนَุงู„ِูŠَ ุงْู„ุฃَุฎْู„ุงَู‚ِ ูˆَูŠُุจْุบِุถُ ุณِูْุณَุงูَู‡َุง.

“Sesungguhnya Allah Maha Pemurah menyukai kedermawanan dan akhlak yang mulia serta membenci akhlak yang rendah/hina.”

[HR. Al-Hakim (I/48), dari Sahabat Sahl bin Sa’ad Radhiyallahu anhu. 
Dishahihkan oleh al-Hakim dan disetujui oleh Imam adz-Dzahabi, 
lihat Silsilatul Ahaadiits ash-Sha-hiihah (no. 1378).]

Sungguh akhlak yang mulia itu meninggikan derajat seseorang di sisi Allah, sebagaimana sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam :

ุฅِู†َّ ุงู„ْู…ُุคْู…ِู†َ ู„َูŠُุฏْุฑِูƒُ ุจِุญُุณْู†ِ ุฎُู„ُู‚ِู‡ِ ุฏَุฑَุฌَุฉَ ุงู„ุตَّุงุฆِู…ِ ุงู„ْู‚َุงุฆِู…ِ.

“Sesungguhnya seorang Mukmin dengan akhlaknya yang baik, akan mencapai derajat orang yang shaum (puasa) di siang hari dan shalat di tengah malam.”
[HR. Abu Dawud (no. 4798), Ibnu Hibban (no. 1927) dan al-Hakim (I/60) dari Aisyah. Dishahihkan oleh al-Hakim dan disetujui oleh Imam adz-Dzahabi]

Akhlak yang mulia dapat menambah umur dan menjadikan rumah makmur, sebagaimana sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam:

…ูˆَุญُุณْู†ُ ุงู„ْุฎُู„ُู‚ِ ูˆَุญُุณْู†ُ ุงู„ْุฌِูˆَุงุฑِ ูŠَุนْู…ُุฑَุงู†ِ ุงู„ุฏِّูŠَุงุฑَ ูˆَูŠَุฒِูŠْุฏَุงู†ِ ูِูŠ ุงْู„ุฃَุนْู…َุงุฑِ.

“… Akhlak yang baik dan bertetangga yang baik keduanya menjadikan rumah makmur dan menambah umur.”

[HR. Ahmad (VI/159), dari ‘Aisyah Radhiyallahu anhuma.]

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah orang yang paling baik akhlaknya. Allah Subhanahu wa Ta’ala telah sebutkan dalam firman-Nya:

ูˆَุฅِู†َّูƒَ ู„َุนَู„َู‰ٰ ุฎُู„ُู‚ٍ ุนَุธِูŠู…ٍ

“Dan sesungguhnya kamu benar-benar mempunyai akhlak yang agung.” [Al-Qalam/68: 4]

Hal ini sesuai dengan penuturan ‘Aisyah Radhiyallahu anhuma:

ูƒَุงู†َ ุฑَุณُูˆْู„ُ ุงู„ู„ู‡ِ ุตَู„َّู‰ ุงู„ู„َّู‡ُ ุนَู„َูŠْู‡ِ ูˆَุณَู„َّู…َ ุฃَุญْุณَู†َ ุงู„ู†َّุงุณِ ุฎُู„ُู‚ุงً.

“Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah orang yang paling baik akhlaknya.”


[HR. Al-Bukhari (no. 6203) dan Muslim (no. 2150, 2310) dari 

Sahabat Anas bin Malik Radhiyallahu anhu.]


Malu adalah akhlak Islam, sebagaimana sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam:

ุฅِู†َّ ู„ِูƒُู„ِّ ุฏِูŠْู†ٍ ุฎُู„ُู‚ุงً ูˆَุฎُู„ُู‚ُ ุงْู„ุฅِุณْู„ุงَู…ِ ุงู„ْุญَูŠَุงุกُ.

“Sesungguhnya setiap agama memiliki akhlak dan akhlak Islam adalah malu.”


[HR. Ibnu Majah (no. 4181), Shahiih Ibni Majah (II/406 no. 3370), 

ath-Thabrani dalam Mu’jamush Shaghir (I/13-14, cet. Daarul Fikr), 
dari Sahabat Anas bin Malik Radhiyallahu anhu. Lihat Silsilatul Ahaadiits ash-Shahiihah (no. 940).]



 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Pusat Kajian Sunnah - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger