Latest Audio :
Recent Movies

TAFSIR AL MUYASSAR AL BAQARAH

(1) "Alif Lam Mim" 4
(الٓمٓ ) Huruf-huruf ini dan huruf-huruf lainnya dari huruf-huruf yang terputus-putus di awal-awal sejumlah Surat al-Qur'an, di dalamnya terkandung kemukjizatan al-Qur'an, di mana dengannya telah terjadi tantangan terhadap orang-orang musyrik, dan terbukti mereka tidak mampu untuk membantahnya, padahal huruf-huruf tersebut merupakan komponen tersusunnya bahasa Arab. Karena itu, ketidakmampuan Bangsa Arab untuk mendatangkan yang semisal dengan al-Qur'an -padahal mereka adalah manusia yang paling fasih berbahasa Arab- menunjukkan bahwa al-Qur’an adalah wahyu dari Allah.

[4]. Beberapa surat dalam al-Qur'an dibuka dengan huruf abjad seperti Alif Lam Mim, Alif Lam Ra, dan sebagainya. Makna huruf-huruf itu hanya Allah  yang mengetahui maksudnya.
{2) "Kitab (al-Qur'an) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa," 5
Al-Qur’an itu adalah kitab suci agung yang tidak ada keraguan bahwa ia dari sisi Allah, maka tidak benar bila ada seseorang yang ragu- ragu terhadapnya, karena begitu jelasnya ia, di mana orang-orang bertakwa dapat mengambil manfaat dengannya, berupa ilmu yang bermanfaat dan amal shalih, dan mereka itu adalah orang-orang yang takut kepada Allah dan mengikuti hukum-hukumNya.

[5]. Takwa yaitu mengikuti segala perintah Allah  dan menjauhi segala laranganNya.
(3) "(yaitu) mereka yang beriman kepada yang ghaib, mendirikan shalat, dan menginfakkan sebagian rizki yang Kami berikan kepada mereka,”
Mereka itu adalah orang-orang yang membenarkan perkara-perkara ghaib yang tidak dapat ditangkap oleh panca indra dan akal mereka semata, sebab ia tidak dapat diketahui kecuali melalui berita wahyu dari Allah kepada para RasulNya, seperti iman kepada malaikat, surga, neraka dan perkara-perkara ghaib lainnya yang telah dikabarkan oleh Allah atau disampaikan oleh RasulNya .
Iman adalah: mengikrarkan Allah, para malaikatNya, kitab-kitabNya, para RasulNya, Hari Akhir, dan Qadar yang baik dan yang buruk. Dan yang membuktikan benarnya ikrar dengan ucapan tersebut adalah amal dengan hati, lisan, dan anggota tubuh.
Dan mereka, di samping membenarkan yang ghaib, juga menjaga pelaksanaan shalat pada waktu-waktunya dengan pelaksanaan yang shahih sesuai dengan yang Allah syariatkan kepada NabiNya, Muhammad .
Dan dari sebagian harta yang Kami anugerahkan kepada mereka, mereka mengeluarkan zakat yang wajib maupun sedekah yang sunnah dari harta mereka.
(4) "dan mereka yang beriman kepada (al-Qur’an) yang diturunkan kepadamu (wahai Rasul) dan (kitab-kitab) yang telah diturunkan sebelummu,7 dan mereka yakin akan adanya akhirat”
Dan mereka yang membenarkan semua yang diturunkan kepadamu wahai Rasul, dari al-Qur'an dan segala yang diturunkan kepadamu berupa al-Hikmah, yaitu as-Sunnah, serta (membenarkan) seluruh kitab yang diturunkan kepada para rasul sebelummu, seperti Taurat, Injil dan kitab-kitab lainnya. Dan mereka juga membenarkan adanya negeri kehidupan setelah kematian dan segala yang akan terjadi di sana, berupa perhitungan dan pembalasan amal perbuatan, yakni pembenaran dengan hati mereka yang kemudian ditampakkan oleh lisan dan anggota tubuh mereka. Hari Akhir disebut secara khusus di sini, karena iman kepadanya termasuk di antara dorongan paling penting untuk berbuat ketaatan-ketaatan, menjauhi perkara-perkara yang diharamkan dan melakukan introspeksi diri.

[7]. Yang diturunkan kepada nabi-nabi sebehim Nabi Muhammad صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ialah: Taurat, Zabur, Injil, dan shuhuf (lembaran-
lembaran) yang tidak seperti kitab.
(5) "Merekalah yang mendapat hidayah (taufik) dari Tuhan mereka, dan mereka itulah orang-orang yang beruntung"
Orang-orang yang menyandang sifat-sifat ini berada di atas cahaya dan taufik dari Tuhan Pencipta dan Pemberi hidayah bagi mereka. Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung yang berhasil menggapai apa yang mereka inginkan dan selamat dari keburukan yang mana mereka melarikan diri darinya.
(6) "Sesungguhnya orang-orang kafir, sama saja bagi mereka, engkau beri per¬ingatan atau tidak engkau beri peringatan, mereka tidak akan beriman"
Sesungguhnya orang-orang yang mengingkari apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu karena kesombongan dan kesewenang-wenangan, keimanan tidak akan terjadi dari mereka, baik engkau wahai Rasul, telah menakuti dan memperingatkan mereka dari siksa Allah, atau engkau tidak melakukan itu; karena kengototan mereka untuk tetap berada di atas kebatilan mereka.
{7) "Allah telah mengunci hati dan pendengaran mereka,8 pada penglihatan mereka ada penutup, dan mereka akan mendapat azab yang berat"
Allah telah mengunci hati dan pendengaran mereka, dan menaruh penutup pada pandangan mereka, akibat kekafiran dan penolakan keras mereka setelah jelas kebenaran bagi mereka. Karena itu, Allah tidak mem-berikan taufik bagi mereka untuk mendapat hidayah, dan lebih dari itu, mereka akan mendapatkan siksaan yang keras di Neraka Jahanam.
[8]. Sehingga nasihat atau hidayah tersebut tidak bisa masuk ke dalam hati mereka.
(8) "Dan di antara manusia ada yang berkata, 'Kami beriman kepada Allah dan Hari Akhir,' padahal mereka itu bukanlah orang-orang yang beriman."
Di antara manusia ada sekelompok orang yang bimbang dan bingung antara menjadi bagian kaum Mukminin atau kaum kafirin. Mereka itu adalah orang-orang munafik yang dengan lisan mereka mengatakan, "Kami beriman kepada Allah dan Hari Akhir," sedang secara batin, mereka berdusta dan tidak beriman.
(9) "Mereka menipu Allah dan orang-orang yang beriman, padahal mereka tidak menipu, kecuali diri mereka sendiri, dan mereka tidak menyadari."
Dengan kejahilan, mereka meyakini bahwa mereka telah berhasil memperdayai Allah dan orang-orang Mukmin dengan menampakkan keimanan dan menyembunyikan kekafiran. Padahal, tidaklah mereka menipu kecuali diri mereka sendiri. Sebab, akibat (buruk) dari tipu daya mereka itu hanya berbalik kepada mereka sendiri. Dan karena parahnya kebodohan mereka, mereka tidak menyadari hal tersebut, dikarenakan rusaknya hati mereka.
(10). Dalam hati mereka ada penyakit,9 lalu Allah menambah penyakitnya itu; dan mereka mendapat azab yang pedih, karena mereka berdusta."
Di dalam hati mereka terdapat keragu-raguan dan kerusakan. Akibatnya, mereka ditimpakan bala dengan berbuat berbagai macam maksiat yang menyebabkan pastinya siksaan atas diri mereka, sehingga Allah pun kian menambah keraguan pada kalbu mereka. Dan bagi mereka siksaan yang pedih akibat kedustaan dan kemunafikan mereka.

[9]. Penyakit hati misalnya ragu dan tidak yakin akan kebenaran, munafik dan tidak beriman.
(11) "Dan apabila dikatakan kepada mereka, 'Janganlah kalian berbuat kerusakan di bumi!10Mereka menjawab, 'Sesungguhnya kami justru orang-orang yang melakukan perbaikan'
Apabila mereka dinasihati agar berhenti berbuat kerusakan di muka bumi dengan kekafiran, perbuatan maksiat, dan membocorkan rahasia-rahasia kaum Mukminin serta loyal terhadap orang-orang kafir, mereka justru berujar dengan kebohongan dan membantah, "Kami adalah orang- orang yang melakukan perbaikan."

[10]. Melanggar nilai-nilai yang ditetapkan agama akan mengakibatkan alam ini rusak bahkan hancur.
(12) “Ingatlah, sesungguhnya merekalah yang berbuat kerusakan, tetapi mereka tidak menyadari.”
Sesungguhnya apa yang mereka lakukan dan mereka klaim sebagai perbaikan ini justru merupakan tindakan kerusakan yang sebenarnya. Namun, akibat kebodohan dan penentangan mereka, mereka tidak menyadarinya.
(13) "Dan apabila dikatakan kepada mereka,'Berimanlah kalian sebagaimana orang-orang lain telah beriman!’ Mereka menjawab, ‘Apakah kami akan beriman seperti orang-orang yang kurang akal itu beriman ?' Ingatlah, sesungguhnya justru mereka itulah orang-orang yang kurang akal, tetapi mereka tidak tahu."
Apabila dikatakan kepada orang-orang munafik, "Berimanlah kalian sebagaimana para Sahabat yang telah beriman, yaitu dengan hati, lisan, dan anggota tubuh," mereka bersilat lidah dan berkata, "Apakah kami akan beriman seperti berimannya orang-orang yang lemah akal dan pemikirannya, sehingga kami dan mereka nantinya sama dalam kebodohan?" Maka, Allah membantah mereka dengan menyatakan bahwa sesungguhnya kebodohan hanya melekat pada mereka saja, dan mereka tidak sadar bahwa kondisi mereka sendiri itu adalah kesesatan dan kerugian.
(14) "Dan apabila mereka berjumpa dengan orang yang beriman, mereka berkata, 'Kami telah beriman.' Tetapi apabila mereka kembali kepada setan-setan (para pemimpin) mereka, mereka berkata, 'Sesungguhnya kami bersama kalian, kami hanya berolok-olok (terhadap mereka)'."
Orang-orang munafik tersebut apabila bertemu dengan kaum Mukminin, mereka berkata, "Kami membenarkan agama Islam seperti kalian." Akan tetapi, jika mereka beranjak pergi dan mendatangi para pemuka mereka yang kafir lagi membangkang terhadap Allah, mereka menegaskan di hadapan para tokoh itu bahwa mereka tetaplah di atas kekafiran dan belum meninggalkannya. Mereka sekedar mengolok-olok kaum Mukminin dan mengejek mereka belaka.
(15). "Allah akan (membalas) memperolok-olokkan mereka dan membiarkan mereka terombang-ambing dalam kesesalan."
Allah akan membalas ejekan mereka dan menunda (menyiksa) mereka supaya mereka kian bertambah sesat, bimbang dan semakin ragu-ragu dan akan membalas mereka atas olokan mereka terhadap kaum Mukminin tersebut.
(16) "Mereka itulah yang membeli kesesalan dengan petunjuk. Maka perdagangan mereka itu tidak beruntung dan mereka tidak mendapat petunjuk."
Orang-orang munafik tersebut telah menjual diri mereka dengan satu transaksi yang akan merugikan, di mana mereka lebih memilih kekafiran dan mengesampingkan keimanan. Maka, mereka tidak mendapatkan sesuatu apa pun, justru mereka rugi karena kehilangan hidayah. Inilah kerugian yang nyata.
(17). "Perumpamaan mereka adalah seperti (sekelompok orang yang salah seorang) menyalakan api, maka tatkala api itu telah menerangi sekelilingnya, Allah melenyapkan cahaya (yang menyinari) mereka dan membiarkan mereka dalam kegelapan, di mana mereka tidak dapat melihat."

Kondisi orang-orang munafik yang beriman secara lahiriah saja dan tidak secara batiniah terhadap risalah Nabi Muhammad  dan kemudian mereka kafir, maka itu menyebabkan mereka berjalan tanpa arah dalam gelapnya kesesatan mereka sedang mereka tidak menyadarinya, dan tidak ada harapan bagi mereka untuk keluar dari kondisi tersebut, menyerupai kondisi sekelompok orang yang singgah di padang pasir saat malam gelap gulita, di mana salah seorang dari mereka menyalakan api yang besar untuk penghangat badan dan penerangan. Ketika api itu telah memancarkan cahaya dengan terang dan menerangi tempat sekitarnya, (tiba-tiba) api itu padam dan keadaan menjadi gelap gulita. Maka, orang- orang itu berada dalam kegelapan, tanpa bisa melihat apa pun, dan tidak memperoleh petunjuk menuju suatu arah maupun jalan keluar.

(18) "Mereka tuli, bisu, dan buta, sehingga mereka tidak dapat kembali (kepada kebenaran)"
Mereka itu tuli untuk mendengar kebenaran dengan pendengaran yang disertai perenungan, bermulut bisu untuk mengungkapkannya dan buta dari melihat cahaya hidayah. Oleh sebab itu, mereka tidak dapat kembali menuju keimanan yang telah mereka abaikan dan mereka ganti dengan kesesatan.
(19) "Atau seperti (orang yang ditimpa) hujan lebat dari langit, yang disertai kegelapan, petir, dan kilat. Mereka menyumbat telinga dengan jari-jari mereka, (menghindari) suara petir itu karena takut mati. Dan Allah meliputi orang- orang yang kafir." 11
Atau kondisi sekelompok orang-orang munafik lainnya, yang suatu ketika telah tampak jelas bagi mereka kebenaran dan pada saat lain mereka meragukannya, menyerupai sekelompok manusia yang tengah berjalan di tanah tandus, lalu hujan deras turun mengenai mereka yang diiringi dengan kegelapan yang bertumpuk-tumpuk serta sambaran guruh, kilatan cahaya terang dari kilat dan suara-suara guntur yang menggelegar yang menyebabkan mereka meletakkan jari-jemari mereka ke lubang telinga mereka akibat saking mencekamnya suasana, karena takut mati. Dan Allah  meliputi orang-orang kafir, dan mereka tidak akan lolos dariNya dan tidak bisa melakukan sesuatu pun untuk menghindari (siksaan)Nya.
[11]. Yakni, pengetahuan dan kekuasaan Allah  meliputi orang-orang kafir
(20) "Hampir saja kilat itu menyambar penglihatan mereka. Setiap kali (kilat itu) menyinari, mereka berjalan di bawah (sinar) itu, dan apabila gelap menerpa mereka, mereka berhenti. Sekiranya Allah menghendaki, niscaya Dia hilangkan pendengaran dan penglihatan mereka. Sesungguhnya Allah Mahakuasa atas segala sesuatu."
Karena begitu dahsyat cahayanya, kilat bak menyambar pandangan mereka. Meski demikian, saat kilat bercahaya, mereka berjalan dengan berpandu kepada cahaya itu, dan jika cahayanya menghilang, maka jalan pun menjadi gelap bagi mereka, sehingga mereka menghentikan langkah di tempat mereka masing-masing. Seandainya bukan karena Allah menunda siksa bagi mereka, pastilah Allah akan mencabut pendengaran dan penglihatan mereka. Allah Mahakuasa atas hal tersebut di setiap waktu, dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu.
(21) "Wahai manusia! Beribadahlah kepada Tuhan kalian yang telah mencipta- kan kalian dan orang-orang yang sebelum kalian, agar kalian bertakwa."
Ini adalah seruan dari Allah bagi manusia secara keseluruhan, "Beribadahlah kepada Allah yang telah mengembangkan (mengurusi) kalian dengan nikmat-nikmatNya, dan takutlah kepadaNya, serta jangan melanggar aturan AgamaNya. Sungguh, Dia telah mengadakan kalian dari ketiadaan dan juga menciptakan orang-orang sebelum kalian, dengan harapan kalian menjadi insan-insan bertakwa yang diridhai Allah dan kalian pun ridha kepadaNya."
(22) "Yang telah menjadikan bumi sebagai hamparan bagi kalian dan langit sebagai atap, dan Yang menurunkan air (hujan) dari langit, lalu Dia hasilkan dengan (hujan) itu buah-buahan sebagai rizki untuk kalian. Karena itu, janganlah kalian mengadakan tandingan-tandingan bagi Allah, padahal kalian mengetahui."
Tuhan kalian itulah yang telah menjadikan bumi sebagai hamparan bagi kalian supaya kehidupan kalian berjalan dengan mudah di atas permukaannya, langit sebagai atap yang kuat, dan menurunkan hujan dari awan, yang dengan itu Dia mengeluarkan untuk kalian beragam buah dan berbagai macam tumbuhan sebagai rizki bagi kalian. Maka, janganlah kalian mengadakan tandingan-tandingan bagi Allah dalam beribadah, sedang kalian mengetahui keesaanNya dalam menciptakan dan memberi rizki, serta hak tunggalNya untuk diibadahi.
(23) "Dan jika kalian dalam keraguan terhadap (al-Qur'an) yang Kami turunkan kepada hamba Kami (Muhammad), maka buatlah satu surat yang semisal dengannya dan ajaklah penolong-penolong kalian selain Allah, jika kalian orang-orang yang benar"
Dan jika kalian wahai orang-orang kafir yang membangkang, masih dalam keraguan terhadap al-Qur'an yang telah Kami turunkan kepada hamba Kami, Muhammad , dan kalian beranggapan ia bukan dari sisi Allah, maka datangkanlah satu surat yang menyerupai satu surat al-Qur'an, dan mintalah bantuan kepada siapa saja yang dapat kalian jumpai dari para pendukung kalian, bila kalian jujur dalam klaim kalian.
(24) "Jika kalian tidak mampu membuatnya, dan (pasti) kalian tidak akan mampu, maka takutlah kalian terhadap api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu, yang disediakan bagi orang-orang yang kafir"
Apabila sekarang ini kalian tidak sanggup, dan akan tetap tidak akan sanggup (juga) nantinya dan itu pasti adanya, maka takutlah kalian terhadap neraka dengan cara beriman kepada Nabi  dan taat kepada Allah . Yaitu neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan bebatuan, yang telah disediakan bagi orang-orang yang kafir kepada Allah dan para RasulNya.
(25) "Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang beriman dan beramal shalih, bahwa untuk mereka (disediakan) surga-surga yang di bawahnya mengalir sungai-sungai. Setiap kali mereka diberi rizki buah-buahan dari surga, mereka berkata, Inilah rizki yang diberikan kepada kami sebelumnya' Mereka telah diberi (buah-buahan) yang serupa. Dan di sana mereka (memperoleh) pasangan-pasangan yang disucikan. Dan mereka kekal di dalamnya."

Dan kabarkanlah wahai Rasul, kepada orang-orang yang beriman dan beramal shalih, satu berita yang akan memenuhi hati mereka dengan sukacita, bahwasanya di akhirat kelak mereka akan memperoleh kebun-kebun yang fantastis, sungai-sungai mengalir di bawah istana-istananya yang menjulang tinggi dan pepohonannya yang rindang. Tiap kali Allah memberi rizki kepada mereka sejenis buah yang lezat, mereka berkata, "Sungguh Allah telah memberi rizki kepada kami sejenis ini sebelumnya (di dunia)." Ketika mulai menikmatinya, mereka mendapatkan hal yang baru dari rasa dan kelezatannya, kendatipun serupa dengan jenis sebelumnya (di dunia) dari segi warna, bentuk dan nama. Di dalam surga, mereka juga akan mendapatkan istri-istri yang disucikan dari segala jenis kotoran fisik seperti air kencing, dan haid, serta kotoran maknawi seperti dosa dan kepribadian buruk. Di dalam surga dan kenikmatannya, mereka akan abadi, tidak akan meninggal dan tidak akan keluar darinya.

(26) "Sesungguhnya Allah tidak malu membuat perumpamaan dengan seekor nyamuk atau yang lebih kecil dari itu (untuk menunjukkan lemahnya sesembahan-sesembahan selain Allah). Adapun orang-orang yang beriman, mereka tahu bahwa itu adalah kebenaran dari Tuhan mereka. Tetapi mereka yang kafir berkata, 'Apa maksud Allah dengan perumpamaan ini?' Dengan perumpamaan itu Allah menyesatkan banyak orang,12 dan dengan perumpamaan itu Allah memberi petunjuk kepada banyak orang. Tetapi tidak ada yang disesatkan Allah dengan perumpamaan itu kecuali orang-orang yang fasik," 13
Sesungguhnya Allah tidak malu dari kebenaran dengan menyebutkan sesuatu, baik sedikit maupun banyak, meskipun hanya menyebutkan perumpamaan dengan sesuatu yang sangat remeh, seperti seekor nyamuk atau lalat dan binatang serupa lainnya yang Allah jadikan perumpamaan akan lemahnya semua yang disembah selain Allah. Adapun orang-orang Mukmin, mereka mengetahui hikmah Allah dalam pengadaan perumpamaan dengan obyek yang kecil maupun besar dari makhlukNya. Sedang orang-orang kafir, mereka akan mencemooh sembari berkata, "Apa maksud Allah membuat perumpamaan dengan binatang-binatang kecil lagi hina tersebut?" Maka Allah menjawab pengingkaran mereka bahwa tujuannya adalah untuk menguji dan membedakan mana orang Mukmin dan mana orang kafir. Karena itu, dengan perumpamaan tersebut Allah memalingkan banyak manusia dari kebenaran, lantaran penghinaan mereka terhadap bentuk perumpamaan itu, dan (sebaliknya) Allah memberikan taufik bagi orang selain mereka untuk memperoleh tambahan keimanan dan hidayah. Dan Allah tidak menzhalimi siapa pun, sebab Dia tidaklah memalingkan dari kebenaran kecuali manusia-manusia yang memang sudah keluar dari ketaatan kepadaNya.
[12]. Orang itu sesat karena keingkarannya dan tidak mau memahami petunjuk-petunjuk Allah . Dalam ayat ini, karena mereka itu ingkar dan tidak mau memahami apa sebabnya Allah menjadikan nyamuk sebagai perumpamaan, maka mereka itu 
menjadi sesat.
[13]. Orang fasik ialah orang yang melanggar ketentuan-ketentuan agama, baik berupa ucapan maupun perbuatan.
(27) "(yaitu) orang-orang yang melanggar perjanjian Allah (dengan mereka untuk mengesakanNya) setelah (perjanjian) itu diteguhkan, dan memutuskan apa yang diperintahkan Allah untuk disambungkan dan berbuat kerusakan di bumi. Mereka itulah orang-orang yang rugi"
Yaitu orang-orang yang memungkiri perjanjian Allah, yang telah diambilNya dari mereka untuk bertauhid dan taat kepadaNya, padahal Allah telah menegaskan isi perjanjian itu dengan mengirim para Rasul dan menurunkan kitab-kitabNya, namun mereka menyelisihi aturan agama Allah, seperti dengan memutus tali silaturahim dan menebar kerusakan di muka bumi. Mereka itu adalah orang-orang yang rugi di dunia dan akhirat.
(28). "Bagaimana kalian kafir kepada Allah, padahal kalian (tadinya) mati, lalu Dia menghidupkan kalian, kemudian Dia mematikan kalian lalu Dia menghidupkan kalian kembali. Kemudian kepada-Nya lah kalian dikembalikan "
Bagaimana bisa kalian wahai orang-orang musyrik, mengingkari keesaan Allah  dan menyekutukan sesuatu denganNya dalam ibadah, padahal sudah disertakan bukti yang gamblang tentang itu pada diri kalian? Di mana dahulu kalian hanyalah makhluk-makhluk mati, lalu Dia mengadakan kalian dan meniup ruh kehidupan pada diri kalian, kemudian mematikan kalian setelah berakhirnya ajal kalian yang telah ditentukanNya bagi kalian. Selanjutnya, Dia akan mengembalikan kalian menjadi hidup lagi pada Hari Kebangkitan, dan kemudian kepadaNya-lah kalian akan dikembalikan untuk perhitungan amal perbuatan dan pembalasannya.
(29) "Dia-lah (Allah) Yang menciptakan segala apa yang ada di bumi untuk kalian, kemudian Dia menuju ke langit, lalu Dia menyempurnakannya menjadi tujuh langit. Dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu."
Allah-lah semata yang menciptakan semua yang ada di muka bumi ini bagi kalian, dari seluruh jenis kenikmatan yang dapat kalian manfaatkan. Kemudian Dia berkehendak menciptakan langit-langit dan menjadikannya tujuh lapisan langit. Dia Maha Mengetahui segala sesuatu. Dan IlmuNya  meliputi seluruh apa yang diciptakanNya.
(30) "Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat, 'Aku hendak menjadikan khalifah14 di bumi.' Mereka berkata, 'Apakah Engkau hendak menjadikan orang yang merusak dan menumpahkan darah di sana, sedangkan kami senantiasa bertasbih memujiMu dan menyucikan NamaMu?' Dia berfirman, 'Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kalian ketahui'."
Sebutkanlah wahai Rasul, kepada manusia, yaitu ketika Allah  berfirman kepada para malaikat, "Sesungguhnya Aku hendak menjadikan di muka bumi sekumpulan makhluk yang sebagian mereka akan menggantikan sebagian lainnya untuk memakmurkannya." Para malaikat berkata, "Wahai Tuhan kami, beritahulah kami dan tunjukilah kami hikmah di balik penciptaan mereka itu, sedang sifat mereka itu melakukan kerusakan di muka bumi dan menumpahkan darah secara zhalim dan sewenang-wenang, sementara kami selalu taat terhadap perintahMu, kami menyucikanMu dengan penyucian yang sesuai dengan Sifat-sifatMu yang terpuji dan kebesaranMu, serta mengagungkanMu dengan seluruh sifat kesempurnaan dan keagungan?" Allah menjawab dengan berfirman kepada mereka, "Sesungguhnya Aku lebih mengetahui hal-hal yang tidak kalian mengerti yang mengandung kemaslahatan besar pada penciptaan mereka."

[14]. Khalifah bermakna pengganti, pemimpin, atau penguasa.
(31). "Dan Dia mengajarkan kepada Adam nama-nama (benda) semuanya, kemudian Dia mengemukakannya kepada para malaikat, seraya berfirman, 'Sebutkan kepada Ku nama-nama semua (benda) ini, jika kalian memang benar!"
Sebagai penjelasan keutamaan Nabi Adam , Allah mengajarkan kepadanya nama-nama segala sesuatu, kemudian mempertunjukkan objek-objek tersebut di hadapan para malaikat sembari berfirman kepada mereka, "Beritahukanlah kepadaKu nama-nama semua objek yang ada itu, jika kalian memang berkata benar bahwa kalian lebih pantas untuk dijadikan khalifah di muka bumi daripada mereka!"
(32) "Mereka menjawab, 'Mahasuci Engkau, tidak ada yang kami ketahui selain apa yang telah Engkau ajarkan kepada kami. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mengetahui lagi Mahabijaksana'"
Para malaikat berkata, "Kami menyucikan Engkau wahai Tuhan kami. Tidak ada pengetahuan bagi kami kecuali apa yang telah Engkau ajarkan kepada kami. Hanya Engkau-lah Dzat Yang Maha Mengetahui urusan-urusan seluruh makhlukMu, lagi Dzat Yang Mahabijaksana dalam pengaturanMu.
(33) "Dia berfirman, 'Wahai Adam! Beritahukanlah kepada mereka nama-nama (benda) itu!' Maka ketika dia (Adam) telah menyebutkan nama-namanya, Dia berfirman, 'Bukankah telah Aku katakan kepada kalian, bahwa Aku mengetahui rahasia langit dan bumi, dan Aku mengetahui apa yang kalian nyatakan dan apa yang kalian sembunyikan ?'"
Allah  berfirman, "Wahai Adam, beritahukanlah nama-nama benda tersebut kepada mereka yang tidak sanggup mereka ketahui." Dan setelah Adam  memberitahukan kepada mereka nama-nama itu, Allah berfirman kepada para malaikat, "Sungguh Aku telah mengabarkan kepada kalian bahwa Aku ini lebih mengetahui apa-apa yang samar bagi kalian, baik di langit maupun bumi, dan lebih mengetahui terhadap apa yang kalian tampakkan maupun rahasiakan."
(34) "Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat, 'Sujudlah kalian kepada Adam!' Maka mereka pun bersujud, kecuali iblis.15 Ia menolak dan menyombongkan diri, dan ia termasuk golongan yang kafir"
Ingatkanlah wahai Rasul, kepada manusia perihal kemuliaan yang Allah anugerahkan bagi Adam tatkala Dia  berfirman kepada para malaikat, "Bersujudlah kalian kepada Adam," untuk memuliakannya dan menonjolkan keutamaannya. Maka seluruh malaikat taat menjalankannya, kecuali iblis, ia menolak bersujud lantaran kesombongan dan kedengkian- nya. Maka ia pun menjadi makhluk yang ingkar kepada Allah dan membangkang terhadap perintahNya.

[15]. Iblis termasuk kelompok jin dan termasuk yang diperintah untuk sujud.
(35) "Dan Kami berfirman, 'Wahai Adam! Tinggallah engkau dan istrimu di dalam surga, dan makanlah dengan nikmat (berbagai makanan) yang ada di sana sesuka kalian berdua. (Tetapi) janganlah kalian berdua dekati pohon ini,16 yang menyebabkan kalian berdua termasuk orang-orang yang zhalim."17
Allah  berfirman, "Wahai Adam, tinggallah engkau dan istrimu, Hawwa' di dalam surga, dan nikmatilah oleh kalian berdua buah-buahannya dengan penuh nikmat lagi leluasa di tempat mana saja yang kalian kehendaki. Tapi janganlah kalian berdua mendekati pohon ini, agar kalian tidak terjerumus ke dalam maksiat, yang akibatnya kalian akan menjadi orang-orang yang melanggar perintah Allah.

[16]. Menurut setan, siapa yang memakan buah pohon itu, akan kekal di dalam surga, lihat Surat Thaha: 120.
[17]. Zhalim artinya aniaya. Orang yang zhalim ialah orang yang melakukan perbuatan aniaya, yang merugikan dirinya sendiri 
maupun orang lain.
(36) "Lalu setan memperdaya keduanya dari surga18 sehingga setan mengeluarkan mereka berdua dari (segala kenikmatan) yang mereka berdua dapatkan. Dan Kami berfirman, 'Turunlah kalian! Sebagian kalian menjadi musuh bagi sebagian yang lain. Dan bagi kalian ada tempat tinggal dan kesenangan di bumi sampai waktu yang ditentukan'."
Lalu setan menjerumuskan mereka berdua ke dalam kesalahan itu, dengan cara membisik-bisikkan kepada mereka sehingga mereka memakan buah dari pohon tersebut. Maka, setan menjadi sebab dikeluarkannya mereka berdua dari surga dan segala kenikmatannya. Allah  berfirman kepada mereka, "Turunlah kalian ke bumi, sebagian kalian akan memusuhi sebagian lainnya -maksudnya, Adam , Hawwa', dan setan- dan di muka bumi ini kalian akan mendapatkan hunian dan tempat kediaman, serta kalian dapat memanfaatkan isinya hingga saat berakhirnya ajal kalian."

[18]. Nabi Adam  dan Hawwa' memakan buah pohon yang dilarang itu, yang mengakibatkan mereka diusir Allah  dari surga dan diturunkan ke bumi.
(37) "Kemudian Adam menerima beberapa kalimat19 dari Tuhannya, lalu Dia pun menerima taubatnya. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang."
Kemudian Adam menerima beberapa kalimat yang diilhamkan Allah kepadanya untuk bertaubat dan memohon ampunan (kepadaNya), yaitu Firman Allah .
قَالَا رَبَّنَا ظَلَمْنَآ أَنفُسَنَا وَإِن لَّمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ ٱلْخَٰسِرِينَ
"Mereka berdua berkata, ' Wahai Tuhan kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri, dan jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya kami benar-benar termasuk orang-orang yang merugi'." (Al- A'raf: 23).
Maka Allah menerima taubat Adam dan mengampuni dosanya. Dan sesungguhnya Dia Maha Menerima taubat orang yang bertaubat dari para hambaNya, lagi Maha Penyayang kepada mereka.

[19]. "Kalimat" dalam ayat ini menurut sebagian ulama tafsir adalah ucapan untuk memohon ampunan (taubat).
(38) "Kami berfirman, 'Turunlah kalian semua dari surga! Kemudian jika benar-benar datang petunjuk dariKu kepada kalian, maka barangsiapa mengikuti petunjukKu itu, maka tidak ada kekhawatiran terhadap pada mereka dan mereka tidak akan bersedih hati"
Allah  berfirman kepada mereka, "Turunlah kalian dari surga! Akan datang kepada kalian dan keturunan pengganti kalian wahyu yang mengandung hidayah bagi kalian kepada kebenaran. Barangsiapa mengamalkannya, maka tidak ada kekhawatiran terhadap mereka berkaitan dengan apa yang akan mereka hadapi di akhirat, dan mereka tidak bersedih atas apa-apa yang tidak mereka raih di dunia.
(39) "Sedangkan orang-orang yang kafir dan mendustakan ayat-ayat Kami, mereka itu adalah para penghuni neraka. Mereka kekal di dalamnya."
Dan orang-orang yang mengingkari dan mendustakan ayat-ayat Kami yang terbaca (dalam kitab) dan bukti-bukti keesaan Kami, mereka itulah orang-orang yang akan selalu tinggal menetap di dalam neraka. Mereka kekal abadi di dalamnya, dan tidak akan keluar darinya.
(40) "Wahai Bani Israil!°20 Ingatlah nikmatKu yang telah Aku berikan kepada kalian. Dan penuhilah janji kalian kepadaKu, 21 niscaya Aku penuhi janjiKu kepada kalian, dan hanya kepadaKu-lah hendaklah kalian takut"
Wahai keturunan Ya'qub, ingatlah nikmat-nikmatKu yang banyak (yang dilimpahkan) kepada kalian dan bersyukurlah kepadaKu, serta penuhilah wasiatKu kepada kalian, yaitu bahwa kalian akan mengimani kitab- kitabKu dan rasul-rasulKu semuanya, serta mengamalkan ajaran-ajaran syariatKu. Jika kalian melakukannya, niscaya Aku akan penuhi apa-apa yang telah Aku janjikan kepada kalian berupa rahmat di dunia dan keselamatan di akhirat. Dan hanya kepadaKu saja hendaknya kalian takut, dan khawatirkanlah siksaKu jika kalian melanggar perjanjian tersebut dan kalian kafir kepadaKu.

[20]. Israil adalah sebutan bagi Nabi Ya'qub Bani Israil adalah keturunan Nabi Ya'qub dan sekarang dikenal dengan nama bangsa 
Yahudi.
[21]. Di antara janji Bani Israil kepada Allah  ialah bahwa mereka hanya akan menyembah Allah , tidak mengadakan tandingan bagi Allah mt serta beriman kepada Nabi Muhammad  sebagaimana yang tersebut di dalam Taurat
(41) "Dan berimanlah kalian kepada apa (al-Qur'an) yang telah Aku turunkan yang membenarkan apa (Taurat) yang ada pada kalian, dan janganlah kalian menjadi orang-orang yang pertama kafir kepadanya. Janganlah kalian jual ayat-ayat Ku dengan harga murah, dan hanya kepadaKu-lah hendaklah kalian bertakwa."
Dan berimanlah wahai Bani Israil, kepada al-Qur'an yang Aku turunkan kepada Muhammad, Nabi dan RasulKu, yang bersesuaian dengan apa yang kalian ketahui melalui Taurat yang masih benar. Janganlah kalian menjadi kelompok pertama dari kalangan Ahli Kitab yang kafir kepadanya. Dan jangan pula kalian menukarkan ayat-ayatKu dengan harga sedikit (murah) dari kenikmatan dunia yang akan sirna. Dan hanya untukKu hendaknya kalian beramal dengan menaatiKu, dan tinggalkan perbuatan maksiat kepadaKu.
(42) "Dan janganlah kalian mencampuradukkan kebenaran dengan kebatilan22 dan (janganlah) pula kalian menyembunyikan kebenaran, sedangkan kalian mengetahui (nya)."
Dan janganlah kalian mencampuradukkan kebenaran yang telah Aku terangkan kepada kalian dengan kebatilan yang kalian ada-adakan sendiri. Hindarilah tindakan menyembunyikan kebenaran yang sudah terang tentang sifat-sifat Nabi Allah dan RasulNya, Muhammad , yang ada di kitab-kitab suci kalian, sementara kalian mendapatkannya tertulis di kalangan kalian, yang kalian ketahui berasal dari kitab suci yang ada di tangan kalian.

[22]. Batil artinya kesalahan, kejahatan, kemungkaran, dan sebagainya.
(43) "Dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan rukuklah beserta orang- orang yang rukuk (dari umat Muhammad) "
Masuklah kalian ke dalam agama Islam dengan mendirikan shalat dengan tata cara yang benar, sebagaimana dibawa oleh Nabi dan Rasul Allah, Muhammad , dan berikanlah hak-hak harta yang telah disyariatkan Allah melalui lisan NabiNya itu dan jadilah kalian bersama orang-orang yang rukuk dari umat beliau .
(44) "Apakah kalian menyuruh orang-orang (mengerjakan) kebajikan, sedangkan kalian melupakan diri kalian sendiri, padahal kalian membaca Kitab (Taurat) ? Maka tidakkah kalian berpikir?"
Alangkah buruk kondisi kalian dan kondisi ulama agama kalian, tatkala kalian memerintahkan manusia untuk berbuat kebaikan-kebaikan, sedang kalian membiarkan diri kalian begitu saja, tidak memerintahkan diri kalian untuk berbuat kebaikan yang agung, yaitu memeluk Islam, padahal kalian membaca Taurat yang di dalamnya termuat (penjelasan tentang) sifat-sifat Muhammad  dan kewajiban beriman kepadanya!! Tidakkah kalian mempergunakan akal kalian dengan benar?
(45-46) "Dan mohonlah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan shalat. Dan shalat itu benar-benar berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu', (yaitu) mereka yang yakin, bahwa mereka akan bertemu dengan Tuhan mereka, dan bahwa mereka akan kembali kepadaNya "
Dan jadikanlah kesabaran dengan seluruh jenisnya dan juga shalat sebagai penolong kalian dalam (menyelesaikan) segala urusan kalian. Dan sesungguhnya ia amat berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu', yang takut kepada Allah dan mengharapkan apa-apa yang ada di sisiNya, serta meyakini bahwa mereka benar-benar akan berjumpa dengan Tuhan mereka  pasca kematian, dan bahwasanya mereka akan kembali kepadaNya pada Hari Kiamat untuk menghadapi perhitungan dan pembalasan amal perbuatan.
(47) ”Wahai Bani Israil! Ingatlah nikmatKu yang telah Aku berikan kepada kalian, dan Aku telah melebihkan kalian dari semua umat yang lain di alam ini (pada masa itu)"
Wahai para keturunan Ya'qub, ingatlah nikmat-nikmatKu yang banyak terlimpah pada kalian, dan bersyukurlah kepadaKu karena nikmat-nikmat itu. Dan ingatlah oleh kalian bahwa sesungguhnya Aku telah mengistimewakan kalian di atas seluruh manusia pada zaman kalian dengan jumlah nabi yang banyak dan kitab-kitab yang diturunkan (pada kalian) seperti Taurat dan Injil.
(48) "Dan takutlah kalian pada hari, (ketika) tidak seorang pun dapat membela orang lain sedikit pun, dan (begitu pula tidak bisa memberi) syafa'at23 dan tebusan apa pun darinya tidak diterima, dan mereka tidak akan ditolong."
Takutlah terhadap Hari Kiamat, suatu hari yang tak seorang pun dapat memberikan manfaat bagi orang lain, dan Allah tidak menerima syafa'at bagi orang-orang kafir, serta tidak menerima tebusan dari mereka, meskipun berupa semua kekayaan yang ada di muka bumi. Pada hari itu, tidak ada seorang pun yang maju untuk menolong dan menyelamatkan mereka dari siksaan.

[23]. Syafa'at adalah usaha perantaraan dalam memberikan suatu manfaat atau mengelakkan suatu mudarat bagi orang lain, yang dilakukan oleh para nabi, orang-orang tertentu, atau malaikat, dengan izin Allah 
(49) "Dan (ingatlah) ketika Kami menyelamatkan kalian dari (Fir'aun dan) pengikut-pengikut Fir'aun.24 Mereka menimpakan siksaan yang sangat berat kepada kalian. Mereka menyembelih anak-anak laki-laki kalian dan membiarkan hidup anak-anak perempuan kalian. Dan pada yang demikian itu terdapat cobaan yang besar dari Tuhan kalian."
Dan ingatlah nikmat-nikmat Kami kepada kalian ketika Kami telah menyelamatkan kalian dari kekejaman Fir'aun dan para pengikutnya. Mereka itu melancarkan siksaan yang sangat pedih terhadap kalian. Orang- orang itu banyak membunuh anak-anak laki-laki kalian dan membiarkan anak-anak perempuan kalian (hidup untuk dijadikan) sebagai pelayan dan bahan penistaan. Dalam kejadian ini terdapat cobaan bagi kalian dari Tuhan kalian, dan sementara pada peristiwa terselamatkannya kalian dari siksaan tersebut merupakan kenikmatan besar yang menuntut kalian untuk bersyukur kepada Allah  pada tiap-tiap masa dan generasi kalian.
[24]. Fir'aun adalah gelar bagi raja-raja Mesir pada masa lalu. Menurut sejarah, Fir'aun pada masa Nabi Musa  ialah Menephthan, (1232-1224 SM.) anak Ramses.
(50) "Dan (ingatlah juga) ketika Kami membelah laut untuk kalian, sehingga Kami menyelamatkan kalian dan Kami tenggelamkan (Fir'aun dan) pengikut-pengikut Fir'aun sedang kalian menyaksikan"
Dan ingatlah nikmat-nikmat Kami yang tercurah pada kalian, saat Kami membelah lautan demi kalian dan Kami menjadikan di sana jalan- jalan yang kering, lalu kalian menyeberanginya. Dan Kami selamatkan kalian dari Fir'aun dan bala tentaranya dan dari kebinasaan di dalam air. Ketika Fir'aun dan bala tentaranya mulai memasuki jalan-jalan kalian itu, maka Kami pun membinasakan mereka di dalam air laut itu di hadapan mata kalian.
(51) "Dan (ingatlah juga) ketika Kami menjanjikan kepada Musa empat puluh malam25kemudian kalian (Bani Israil) membuat (patung) anak sapi (sebagai sesembahan) setelah (kepergian)nya, dan kalian (menjadi) orang-orang yang zhalim"
Dan ingatlah nikmat-nikmat Kami kepada kalian, tatkala Kami berjanji kepada Musa selama empat puluh malam untuk menurunkan Taurat sebagai hidayah dan cahaya bagi kalian. Akan tetapi, kalian justru memanfaatkan kesempatan kepergiannya selama tempo yang singkat ini dan membuat (patung) anak sapi yang kalian buat sendiri dengan tangan-tangan kalian sebagai sesembahan bagi kalian selain Allah, dan ini merupakan bentuk kekafiran yang paling buruk terhadap Allah, dan kalian telah berbuat kezhaliman dengan menjadikan anak sapi sebagai tuhan yang kalian sembah.
[25]. Suatu tenggang waktu yang dijanjikan Allah kepada Nabi Musa  untuk menerima Taurat; tetapi umat Nabi Musa  tidak sabar menunggunya, sehingga mereka menyembah patung anak sapi yang dibuat oleh Samiri.
(52) "Kemudian Kami memaafkan kalian setelah itu, agar kalian bersyukur"
Kemudian Kami pun memaafkan perbuatan mungkar kalian itu dan menerima taubat kalian sekembalinya Musa ke tengah kalian, dengan harapan kalian mau bersyukur kepada Allah atas nikmat-nikmat dan seluruh karuniaNya (kepada kalian). Dan janganlah kalian terus-menerus dalam kekafiran dan kesewenang-wenangan.
(53) "Dan (ingatlah juga), ketika Kami memberikan Kitab dan Furqan26 kepada Musa, agar kalian memperoleh petunjuk."
Dan ingatlah (kembali) kenikmatan Kami kepada kalian, tatkala Kami memberi Musa kitab yang memisahkan antara kebenaran dan kebatilan yaitu Kitab Taurat, supaya kalian memperoleh petunjuk setelah berada dalam kesesatan.

[26]. Yang dimaksud dengan Kitab adalah Taurat Dan yang dimaksud dengan Furqan adalah keterangan-keterangan lain untuk 
membedakan yang baik dan yang buruk.
(54) "Dan (ingatlah juga) ketika Musa berkata kepada kaumnya, 'Wahai kaumku! Sesungguhnya kalian telah menzhalimi diri kalian sendiri dengan membuat (patung) anak sapi (sebagai sesembahan), karena itu bertaubatlah kepada Pencipta kalian dan bunuhlah diri kalian.27 Itu lebih baik bagi kalian di sisi Pencipta kalian. Dia akan menerima taubat kalian. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang'
Dan ingatlah (pula) nikmat Kami kepada kalian, ketika Musa berkata kepada kaumnya, "Sesungguhnya kalian telah berbuat kezhaliman terhadap diri kalian dengan menjadikan patung anak sapi sebagai sesembahan, maka bertaubatlah kepada Pencipta kalian (Allah) dengan cara sebagian kalian membunuh sebagian lainnya. Ini lebih baik bagi kalian di sisi Pencipta kalian (Allah) daripada kekal selamanya di neraka, lalu kalian melaksanakannya, maka Allah pun memberikan karunia bagi kalian dengan berkenan menerima taubat kalian. Sesungguhnya Allah Maha Menerima taubat orang-orang yang bertaubat kepadaNya dari para hambaNya lagi Maha Penyayang terhadap mereka. 

[27]. "Membunuh diri kalian" ada yang menafsirkan, orang-orang yang tidak menyembah patung anak sapi itu membunuh orang 
yang menyembahnya. Ada pula yang menafsirkan, orang yang menyembah patung anak sapi itu saling membunuh satu sama 
lain, 
dan ada pula yang menafsirkan, mereka disuruh membunuh diri mereka masing-masing sebagai syarat diterimanya taubat 
mereka.
(55). "Dan (ingatlah juga) ketika kalian berkata,'Wahai Musa! Kami tidak akan beriman kepadamu hingga kami melihat Allah dengan jelas,' maka halilintar menyambar kalian, sedang kalian menyaksikan"
Dan ingatlah ketika kalian berkata, "Wahai Musa, kami tidak akan mempercayaimu bahwa perkataan yang kami dengar darimu adalah Firman Allah, hingga kami dapat menyaksikan Allah dengan mata kepala kami." Maka turunlah api (halilintar) dari langit, hingga kalian dapat melihatnya dengan mata kalian secara langsung, dan api itu menghabisi kalian akibat dosa-dosa kalian dan kelancangan kalian terhadap Allah 
(56) "Kemudian Kami membangkitkan kalian setelah kalian mati, agar kalian bersyukur"
Kemudian Allah menghidupkan kalian kembali setelah kematian kalian akibat sambaran halilintar tersebut, dengan harapan kalian mau mensyukuri nikmat Allah kepada kalian. Kematian tersebut merupakan bentuk hukuman bagi mereka, kemudian Allah menghidupkan mereka kembali untuk menghabiskan sisa ajal mereka.
(57) "Dan Kami menaungi kalian dengan awan, dan Kami menurunkan kepada kalian manna dan salwa.28 Makanlah (makanan) yang baik-baik dari rizki yang telah Kami berikan kepada kalian. Mereka tidak menzhalimi Kami (dengan sikap kafir mereka), tetapi justru merekalah yang menzhalimi diri mereka sendiri"
Dan ingatlah nikmat Kami kepada kalian ketika kalian tersesat jalan di muka bumi, yaitu ketika Kami menjadikan awan menaungi kalian dari panasnya terik matahari dan Kami turunkan pada kalian manna, yaitu sesuatu yang bentuknya mirip dengan getah yang rasanya menyerupai madu, dan Kami turunkan juga pada kalian salwa, yaitu burung yang serupa dengan puyuh. Dan Kami katakan kepada kalian, "Makanlah dari makanan yang baik-baik yang telah Kami berikan kepada kalian, dan janganlah kalian melanggar ajaran agama kalian," namun kalian menjalankannya. Mereka tidaklah menzhalimi Kami dengan pengingkaran nikmat yang mereka lakukan. Akan tetapi, merekalah yang menzhalimi diri mereka sendiri, karena akibat buruk kezhaliman itu kembali kepada mereka.

[28]. Manna ialah sejenis madu. Salwa ialah sejenis burung puyuh.
(58) "Dan (ingatlah juga) ketika Kami berfirman, 'Masuklah kalian ke negeri ini (Baitul Maqdis), lalu makanlah dengan nikmat (berbagai makanan) yang ada di sana sesuka kalian. Dan masukilah pintu gerbangnya sambil bersujud (menghinakan diri kepada Allah), dan katakanlah, 'Bebaskanlah kami (dari dosa-dosa kami), niscaya Kami ampuni kesalahan-kesalahan kalian. Dan Kami akan menambah (karunia) bagi orang-orang yang berbuat kebaikan'.”
Dan ingatlah nikmat Kami atas kalian, ketika Kami berfirman, "Masuklah kalian ke kota (Baitul Maqdis), lalu makanlah makanan yang baik-baik dari kota itu, di tempat mana pun dari kota itu sebagai santapan yang sedap. Dan jadilah kalian orang-orang yang tunduk kepada Allah lagi menghinakan diri di hadapanNya (dengan bersujud) ketika memasuki kota itu, sambil mengatakan, 'Wahai Tuhan kami, hapuskanlah dosa-dosa kami dari tanggungan kami,' niscaya Kami akan mengabulkan permintaan kalian, memaafkan kalian dan menutup dosa-dosa itu bagi kalian, serta Kami akan memberikan tambahan kebaikan dan pahala bagi orang-orang yang berbuat baik karena amal-amal mereka."
(59). "Lalu orang-orang yang zhalim mengganti perkataan dengan (perkataan lain) yang tidak diperintahkan kepada mereka.29 Maka Kami turunkan mala-petaka dari langit kepada orang-orang yang zhalim itu, karena mereka (selalu) berbuat fasik."
Lalu orang-orang yang zhalim lagi sesat dari kalangan Bani Israil mengganti Firman Allah. Mereka mengubah ucapan dan tindakan secara bersamaan, di mana mereka masuk dengan merangkak dengan pantat mereka, seraya mengucapkan "Habbatun fi sya'ratin" (biji-bijian dalam gandum). Mereka mengolok-olok ajaran agama Allah. Maka Allah pun menurunkan terhadap mereka siksaan dari langit akibat pembangkangan mereka tersebut dan keluarnya mereka dari ketaatan kepada Allah.

[29]. Mereka diperintahkan untuk mengucapkan حِطَّةٌ yang berarti, gugurkanlah dosa-dosa kami, namun mereka mengubahnya 
sambil mencemooh dan mengucapkan حَبَّةٌ فِيْ شَعْرَةٍ yang berarti biji-bijian dalam biji gandum.
(60). "Dan (ingatlah) ketika Musa memohon air untuk kaumnya, lalu Kami berfirman, 'Pukullah batu itu dengan tongkatmu!' Maka memancarlah dari padanya dua belas mata air. Setiap suku telah mengetahui tempat minumnya (masing-masing).30 Makan dan minumlah dari rizki (yang diberikan) Allah, dan janganlah kalian melakukan kejahatan di bumi dengan berbuat kerusakan.”
Dan ingatlah nikmat Kami pada kalian ketika kalian mengalami kehausan saat kalian berada dalam ketersesatan (di tengah jalan) dan Musa memohon kepada Kami dengan penuh ketundukan hati agar Kami memberi kaumnya air minum. Maka Kami berfirman, "Pukullah batu itu dengan tongkatmu." Lalu Musa memukulnya. Maka memancarlah darinya dua belas mata air sesuai dengan jumlah suku mereka, disertai dengan pemberitahuan kepada tiap-tiap suku tentang mata air yang khusus bagi mereka, agar mereka tidak berebutan. Dan Kami berfirman kepada mereka, "Makan dan minumlah dari rizki Allah dan janganlah kalian berkeliaran di muka bumi dengan membuat kerusakan."

[30] Yakni, setiap suku dari 12 suku Bani Israil, sebagaimana tersebut dalam Surat al-A'raf: 160.


















BERSAMBUNG

Image result for al muyassar
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Pusat Kajian Sunnah - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger