Latest Audio :
Recent Movies

TAFSIR AL MUYASSAR AL MUMTAHANAH

Image result for tafsir muyassar

(1) "Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kalian menjadikan musuhKu dan musuh kalian sebagai teman-teman setia yang kalian sampaikan kepada mereka (berita-berita tentang Muhammad dan kaum Muslimin) karena rasa kasih sayang; padahal mereka telah kafir kepada kebenaran yang datang kepada kalian. Mereka mengusir Rasul dan juga kalian karena kalian beriman kepada Allah, Tuhan kalian. Jika kalian benar-benar keluar untuk berjihad di jalanKu dan mencari keridhaanKu, (maka janganlah kalian berbuat demikian). Kalian memberitahukan secara rahasia (berita-berita tentang Muhammad dan kaum Muslimin) kepada mereka karena rasa kasih sayang, padahal Aku lebih mengetahui apa yang kalian sembunyikan dan apa yang kalian nyatakan. Dan barangsiapa di antara kalian yang melakukannya, maka sungguh dia telah tersesat dari jalan yang lurus."
Wahai orang-orang yang membenarkan Allah dan RasulNya serta melaksanakan SyariatNya, jangan mengangkat musuhKu dan musuh kalian sebagai orang-orang terdekat dan terkasih kalian, yang mana kalian memberikan kasih sayang kepada mereka, kalian mengabari mereka tentang berita-berita Rasulullah  dan rahasia-rahasia kaum Muslimin, padahal mereka telah kafir kepada kebenaran yang telah datang kepada kalian, yaitu iman kepada Allah dan RasulNya dan al-Qur'an yang turun kepada Rasulullah, dan mereka juga mengusir Rasulullah dan mengusir kalian wahai orang-orang beriman, dari Makkah, karena kalian membenarkan Allah, Tuhan kalian dan mentauhidkanNya. Bila kalian wahai orang-orang Mukmin, berhijrah dalam rangka berjihad di jalanNya, mencari ridhaKu kepada kalian, maka jangan memberikan loyalitas kepada musuh-musuhKu dan musuh-musuh kalian, yang kepada mereka kalian memberikan kasih sayang secara rahasia sedangkan Aku lebih mengetahui apa yang kalian rahasiakan dan yang kalian perlihatkan. Barangsiapa melakukannya di antara kalian, maka dia telah keliru dari jalan yang haq dan kebenaran serta tersesat dari jalan yang lurus.
(2) "Jika mereka menangkap kalian, niscaya mereka bertindak sebagai musuh bagi kalian lalu melepaskan tangan dan lidah mereka kepada kalian untuk menyakiti, dan mereka ingin agar kalian (kembali) kafir,"
Bila orang-orang yang kalian memberikan kasih sayang kepada mereka secara rahasia tersebut mengalahkan kalian, niscaya mereka memerangi kalian, menggerakkan tangan-tangan mereka untuk membunuh dan menawan kalian, menggerakkan lidah-lidah mereka dengan mencaci dan mencela kalian, dan mereka berharap dalam keadaan apa pun, seandainya kalian kafir seperti mereka.
(3) "Kaum kerabat kalian dan anak-anak kalian tidak akan bermanfaat bagi kalian pada Hari Kiamat; Dia akan memisahkan antara kalian. Dan Allah Maha Melihat apa yang kalian kerjakan"
Kekerabatan dan anak-anak kalian tidak berguna bagi kalian sedikit pun manakala kalian memberikan loyalitas kepada orang-orang kafir demi mereka, pada Hari Kiamat Allah memisahkan di antara kalian, Allah memasukkan orang-orang yang taat ke dalam surga dan orang-orang yang bermaksiat ke dalam neraka. Allah Maha Melihat apa yang kalian lakukan, tidak ada sedikit pun dari perbuatan-perbuatan dan perkataan-perkataan kalian yang samar bagiNya.
(4) "Sungguh telah ada suri teladan yang baik bagi kalian pada Ibrahim dan orang-orang yang bersamanya, ketika mereka berkata kepada kaum mereka, 'Sesungguhnya kami berlepas diri dari kalian dan dari apa yang kalian sembah selain Allah, kami kafir kepada kalian dan telah nyata permusuhan dan kebencian antara kami dan kalian untuk selama-lamanya sampai kalian beriman kepada Allah saja,' kecuali perkataan Ibrahim kepada ayahnya,1008 'Aku benar-benar akan memohonkan ampunan bagimu, namun aku sama sekali tidak dapat menolak sedikit pun (dari siksaan) Allah terhadapmu.' (Ibrahim berkata), 'Wahai Tuhan kami, hanya kepadaMu kami bertawakal dan hanya kepadaMu kami bertaubat dan hanya kepadaMu-lah kami kembali.'
Bagi kalian wahai orang-orang yang beriman, ada teladan yang baik pada diri Ibrahim dan orang-orang yang beriman bersamanya, manakala mereka berkata kepada kaum mereka yang kafir kepada Allah, "Sesungguhnya kami anti dari kalian dan dari apa yang kalian sembah selain Allah, berupa sekutu-sekutu dan tandingan-tandingan, kami kafir kepada kalian dan mengingkari kekafiran yang kalian pegang. Telah tampak di antara kami dengan kalian permusuhan dan kebencian selamanya selama kalian tetap di atas kekafiran sehingga kalian beriman kepada Allah semata." Akan tetapi permohonan Ibrahim kepada Allah agar mengampuni bapaknya tidak termasuk ke dalam yang diteladani (darinya), karena hal itu Ibrahim lakukan sebelum dia tahu bahwa bapaknya adalah musuh Allah, manakala dia tahu bahwa bapaknya adalah musuh Allah, Ibrahim bersikap anti darinya. Wahai Tuhan kami, hanya kepadaMu kami bersandar, hanya kepadaMu kami kembali dengan bertaubat dan hanya kepadaMu tempat kembali pada Hari Kiamat.

[1008] Yaitu, Nabi Ibrahim  pernah memintakan ampunan kepada Allah  untuk ayahnya yang musyrik. Ini tidak boleh ditiru, karena Allah  tidak membenarkan orang Mukmin memintakan ampunan untuk orang-orang kafir. Lihat Surat an-Nisa': 48 dan 116.
(5) 'Wahai Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan kami (sasaran) fitnah (cobaan) bagi orang-orang kafir. Dan ampunilah kami, wahai Tuhan kami. Sesungguhnya Engkau-lah Yang Mahaperkasa lagi Mahabijaksana'."
Wahai Tuhan kami, jangan menjadikan kami (sasaran) fitnah (cobaan dan keburukan) bagi orang-orang kafir dengan mengazab kami dan menguasakan mereka atas kami, lalu mereka menimpakan keburukan pada kami terkait agama kami atau mereka menang atas kami sehingga mereka menimpakan keburukan pada kami karenanya, dan mereka berkata, 'Bila orang-orang beriman itu di atas kebenaran, niscaya mereka tidak ditimpa azab.' Akibatnya mereka semakin kafir. Tutupilah dosa-dosa dengan memaafkannya bagi kami wahai Tuhan kami, sesungguhnya Engkau-lah Yang Mahaperkasa yang tidak dikalahkan, Yang Mahabijaksana dalam firman dan perbuatanNya."
(6) "Sungguh pada mereka itu (Ibrahim dan orang-orang yang mengikutinya) terdapat suri teladan yang baik bagi kalian; (yaitu) bagi orang yang mengharap (pahala) Allah dan (keselamatan di) Hari Akhirat, dan barangsiapa berpaling, maka sesungguhnya Allah Dia-lah Yang Mahakaya lagi Maha Terpuji."
Telah ada pada Ibrahim dan orang-orang yang bersamanya teladan yang baik bagi siapa yang berharap kebaikan dari Allah di dunia dan akhirat. Barangsiapa berpaling dari apa yang Allah perintahkan, yaitu mengambil teladan dari para nabiNya dan memberikan loyalitas kepada musuh-musuhNya, maka sesungguhnya Allah Mahakaya, tidak membutuhkan hamba-hambaNya, lagi Maha Terpuji pada Dzat dan Sifat-sifatNya, serta terpuji dalam segala keadaan.











TAFSIR AL MUYASSAR AL HASYR

Image result for tafsir muyassar

(1) "Apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi bertasbih kepada Allah; dan Dia-lah Yang Mahaperkasa lagi Mahabijaksana"
Segala apa yang ada di langit dan bumi menyucikan Allah dari apa yang tidak layak bagiNya. Allah Mahaperkasa, Yang tidak terkalahkan, juga Mahabijaksana dalam takdir, pengaturan, penciptaan dan penetapan syariatNya; Dia meletakkan segala urusan pada tempatnya.
(2) "Dia-lah yang mengeluarkan (mengusir) orang-orang kafir di antara Ahli Kitab dari kampung halaman mereka itu pada saat pengusiran yang pertama.1003 Kalian tidak menyangka bahwa mereka akan keluar dan mereka pun yakin benteng-benteng mereka akan dapat melindungi mereka dari (siksaan) Allah, maka Allah mendatangkan (siksaan) kepada mereka dari arah yang tidak mereka sangka-sangka. Dan Allah menanamkan rasa takut ke dalam hati mereka, sehingga mereka memusnahkan rumah-rumah mereka dengan tangan mereka sendiri dan tangan orang-orang Mukmin. Maka ambillah pelajaran (dari semua itu), wahai orang-orang yang mempunyai pandangan!"
Dia-lah Allah  Yang mengeluarkan orang-orang yang mengingkari kenabian Muhammad  dari kalangan Ahli Kitab, yaitu orang-orang Yahudi Bani an-Nadhir, dari tempat-tempat tinggal mereka yang bertetangga dengan kaum Muslimin di Madinah. Ini adalah pengusiran pertama bagi mereka dari jazirah Arab ke Syam. Kalian wahai kaum Muslimin, tidak menyangka bahwa mereka akan terusir dari negeri mereka dengan penuh kehinaan dan kerendahan, karena mereka memiliki kekuatan besar dan pertahanan yang kokoh. Orang-orang Yahudi menyangka bahwa benteng-benteng mereka bisa melindungi mereka dari azab Allah dan tidak seorang pun mampu menaklukkannya. Tetapi keputusan Allah yang tidak mereka duga datang, Allah menyusupkan rasa takut yang mendalam ke dalam hati mereka. Mereka merusak rumah-rumah mereka dengan tangan-tangan mereka sendiri dan tangan-tangan kaum Mukminin. Ambillah pelajaran wahai orang-orang yang memiliki pandangan yang lurus dan akal yang kuat dari apa yang menimpa mereka.

[1003] Yakni, orang-orang Yahudi Bani an-Nadhir, merekalah yang mula-mula dikumpulkan untuk diusir keluar dari kota Madinah.
(3) "Dan kalau bukan karena Allah telah menetapkan pengusiran terhadap mereka, pasti Allah mengazab mereka di dunia. Dan di akhirat mereka akan mendapat azab neraka."
Bila Allah tidak menetapkan mereka terusir dari negeri mereka dan memutuskannya, niscaya Allah menyiksa mereka di dunia dengan terbunuh dan ditawan, dan bagi mereka azab neraka di akhirat.
(4) "Yang demikian itu karena sesungguhnya mereka menentang Allah dan RasulNya, dan barangsiapa menentang Allah, maka sesungguhnya Allah sangat keras hukumanNya."
Apa yang menimpa orang-orang Yahudi di dunia dan azab yang menunggu mereka di akhirat, adalah karena mereka menyelisihi perintah Allah dan RasulNya dengan penyelisihan yang berat, mereka memerangi keduanya dan berusaha mendurhakai keduanya. Barangsiapa menyelisihi Allah dan RasulNya, maka sesungguhnya Allah memiliki hukuman yang keras terhadapnya.
(5) 'Apa yang kalian (orang-orang Mukmin) tebang di antara pohon kurma (milik orang-orang kafir) itu atau yang kalian biarkan (tumbuh) berdiri pada pohon induknya, maka (itu terjadi) dengan izin Allah; dan karena Dia hendak menimpakan kehinaan kepada orang-orang fasik."
Apa yang kalian tebang wahai orang-orang beriman, berupa pohon kurma atau kalian biarkan tegak di atas batangnya, tanpa kalian sentuh, maka semua itu dengan perintah dan izin Allah, agar dengan itu kalian menghinakan orang-orang yang tidak menaati Allah dan menyimpang dari perintah dan laranganNya, di mana Allah menguasakan kalian atas pohon kurma mereka dan membakarnya.
(6) "Dan harta rampasan fai1004 dari mereka yang Allah berikan kepada Rasul-Nya, maka untuk mendapatkannya kalian tidak memerlukan kuda dan tidak pula unta, tetapi Allah memberikan kekuasaan kepada rasul-rasulNya terhadap siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Mahakuasa atas segala sesuatu."
Apa yang Allah berikan sebagai fai' kepada RasulNya dari harta orang-orang Yahudi Bani an-Nadhir, kalian tidak menyerangnya dengan pasukan berkuda dan berunta untuk mendapatkannya, tetapi Allah menguasakan RasulNya atas siapa yang Dia kehendaki dari musuh-musuhNya, lalu mereka menyerah tanpa perang. Harta fai' adalah harta orang-orang kafir yang diambil tanpa perang. Allah Mahakuasa atas segala sesuatu, tidak ada sesuatu pun yang melemahkanNya.

[1004] Yaitu, harta rampasan yang diperoleh dari musuh tanpa terjadinya pertempuran. Cara pembagiannya berbeda dengan cara 
pembagian ghanimah. dan ghanimah ini adalah harta rampasan yang diperoleh dari musuh setelah terjadi pertempuran. 
Pembagian fai' adalah sebagaimana yang tersebut pada ayat 7, sedang pembagian ghanimah adalah sebagaimana yang 
disebutkan dalam Surat al-Anfal: 41.
(7) "Harta rampasan fai' dari mereka yang Allah berikan kepada RasulNya (yang berasal) dari penduduk beberapa negeri adalah untuk Allah, Rasul, kerabat (Rasul), anak-anak yatim, orang-orang miskin, dan orang-orang yang (kehabisan bekal) dalam perjalanan, agar harta itu jangan hanya beredar di antara orang-orang kaya saja di antara kalian. Apa yang dibawa (diberikan) Rasul kepada kalian, maka terimalah, dan apa yang dia larang kalian darinya, maka tinggalkanlah. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah sangat keras hukumanNya."
Apa yang Allah berikan kepada RasulNya sebagai fai' dari harta para penghuni negeri yang musyrik tanpa mengerahkan kuda dan unta, maka ia adalah milik Allah dan RasulNya. Ia didistribusikan untuk kemaslahatan umum kaum Muslimin, untuk para kerabat Rasulullah , yaitu Bani Hasyim dan Bani al-Muththalib, juga untuk anak-anak yatim, yaitu anak-anak miskin yang ditinggal wafat bapak-bapak mereka saat belum baligh, juga orang-orang miskin, yaitu orang-orang yang membutuhkan dan tidak memiliki apa yang mencukupi dan memenuhi kebutuhan mereka, dan juga ibnu sabil, yaitu musafir yang bekalnya habis dan terputus dari hartanya. Hal ini agar harta tidak hanya beredar di tangan orang-orang kaya saja dan dihalangi dari orang-orang fakir dan miskin. Apa yang Rasulullah M berikan kepada kalian berupa harta, atau apa yang Rasulullah syariat-kan, maka ambillah ia, dan apa yang Rasul larang kalian untuk mengambil dan melakukannya, maka hentikanlah. Dan bertakwalah kepada Allah dengan melaksanakan perintah-perintahNya dan meninggalkan larangan-laranganNya. Sesungguhnya Allah Mahakeras azabNya bagi siapa yang mendurhakaiNya dan menyelisihi perintah dan laranganNya. Ayat ini merupakan dasar dalam beramal sesuai dengan al-Qur'an dan as-Sunnah, baik perkataan, perbuatan, dan penetapan Nabi .
(8) "(Harta rampasan itu juga) untuk orang-orang fakir yang berhijrah, yang terusir dari kampung halaman mereka dan harta benda mereka demi mencari karunia dari Allah dan keridhaan(Nya), dan (demi) menolong (agama) Allah dan RasulNya. Mereka itulah orang-orang yang benar."
Harta fai" yang Allah berikan kepada Rasulullah  ini juga diberikan kepada orang-orang Muhajirin yang miskin, yang dipaksa oleh orang-orang kafir Makkah untuk keluar meninggalkan harta dan rumah mereka demi mencari karunia Allah berupa rizki di dunia dan ridhaNya di akhirat, menolong Allah dan RasulNya dan berjihad di jalan Allah. Mereka adalah orang-orang yang benar yang membenarkan ucapan mereka dengan perbuatan mereka.
(9) "Dan orang-orang (kaum Anshar) yang telah menempati kota Madinah dan telah beriman sebelum (kedatangan) mereka (kaum Muhajirin), mereka mencintai orang yang berhijrah ke tempat mereka. Dan mereka tidak menaruh keinginan dalam hati mereka terhadap apa yang diberikan kepada mereka (kaum Muhajirin); dan mereka mengutamakan (kaum Muhajirin) atas diri mereka sendiri, meskipun mereka juga memerlukan. Dan siapa yang dirinya dijaga dari kekikiran, maka mereka itulah orang-orang yang beruntung."
Orang-orang yang tinggal di Madinah, beriman sebelum orang-orang Muhajirin hijrah kepada mereka, yaitu kaum Anshar, mereka mencintai orang-orang Muhajirin dan membantu mereka dengan harta mereka. Mereka tidak menyimpan hasad apa pun kepada orang-orang Muhajirin dari harta fis' yang diberikan kepada mereka atau lainnya, mereka mendahulukan orang-orang Muhajirin dan orang-orang yang membutuhkan atas diri mereka sendiri, sekalipun mereka juga miskin dan membutuhkan. Barangsiapa selamat dari kekikiran dan menahan harta yang lebih, maka mereka adalah orang-orang yang beruntung yang meraih apa yang mereka idam-idamkan.
(10) "Dan orang-orang yang datang sesudah mereka (kaum Muhajirin dan Anshar), mereka berdoa, 'Wahai Tuhan kami, ampunilah kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dahulu dari kami, dan janganlah Engkau tanamkan kedengkian dalam hati kami terhadap orang-orang yang beriman. Wahai Tuhan kami, sesungguhnya Engkau Maha Belas kasih lagi Maha Penyayang'."
Orang-orang beriman yang datang sesudah kaum Muhajirin dan Anshar angkatan pertama berkata, "Wahai Tuhan kami, ampunilah dosa-dosa kami. Ampunilah saudara-saudara kami seagama yang telah mendahului kami dalam beriman, dan jangan menjadikan di dalam hati kami hasad dan dengki kepada seorang pun dari orang-orang beriman. Wahai Tuhan kami, sesungguhnya Engkau merahmati hamba-hambaMu dengan rahmat yang luas di dunia dan akhirat. Dalam ayat ini terkandung dalil yang menunjukkan bahwa hendaklah setiap Muslim memuji para pendahulunya dengan kebaikan, mendoakan mereka, mencintai para sahabat Rasulullah , memuji mereka dan mendoakan semoga Allah meridhai mereka.
(11) "Tidakkah engkau memperhatikan orang-orang munafik yang berkata kepada saudara-saudaranya yang kafir1005 dari Ahli Kitab, 'Jika kalian benar-benar diusir, niscaya kami pun akan keluar bersama kalian; dan kami selama-lamanya tidak akan patuh kepada siapa pun demi kalian, dan jika kalian diperangi pasti kami akan membantu kalianDan Allah menyaksikan, bahwa mereka benar-benar pendusta"
Apakah kamu tidak melihat orang-orang munafik itu? Mereka berkata kepada saudara-saudara kafir mereka dari orang-orang Yahudi Bani an-Nadhir, "Bila Muhammad dan orang-orang yang bersamanya mengusir kalian dari negeri kalian, niscaya kami akan menyertai kalian. Kami tidak akan mendengar siapa pun yang meminta kami untuk tidak menolong kalian dan tidak keluar bersama kalian. Bila Muhammad dan orang-orangnya memerangi kalian, niscaya kami membantu kalian melawan mereka." Allah bersaksi bahwa sesungguhnya orang-orang munafik itu adalah orang-orang pendusta tentang apa yang mereka janjikan kepada orang-orang Yahudi Bani an-Nadhir itu.

[1005] Yakni, Bani an-Nadhlr.
(12) "Jika mereka (Bani an-Nadhir) benar-benar diusir, mereka (orang-orang munafik) itu tidak akan keluar bersama mereka, dan jika mereka diperangi, juga tidak akan menolong mereka; dan kalaupun mereka (orang-orang munafik itu) menolong mereka, pastilah mereka akan berpaling melarikan diri ke belakang, kemudian mereka tidak akan mendapat pertolongan."
Bila orang-orang Yahudi itu diusir dari Madinah, orang-orang munafik tidak akan ikut bersama mereka. Bila orang-orang Yahudi itu diperangi, orang-orang munafik tidak akan membela mereka sebagaimana yang mereka janjikan. Bila mereka membantu, niscaya mereka akan lari tunggang langgang, kemudian Allah tidak menolong mereka, sebaliknya membiarkan dan menghinakan mereka.
(13) "Sesungguhnya dalam hati mereka, kalian (kaum Muslimin) lebih ditakutkan daripada Allah. Yang demikian itu karena mereka adalah orang-orang yang tidak mengerti."
Ketakutan orang-orang Yahudi dan orang-orang munafik kepada kalian wahai orang-orang beriman lebih besar dan lebih berat dalam dada mereka daripada ketakutan mereka kepada Allah. Hal itu karena mereka adalah orang-orang yang tidak mengerti keagungan Allah dan iman ke-padaNya, serta tidak takut kepada azabNya.
(14) "Mereka tidak akan memerangi kalian (secara) bersama-sama, kecuali di negeri-negeri yang berbenteng atau di balik tembok. Permusuhan antara sesama mereka sangat hebat. Kalian mengira mereka itu bersatu, padahal hati mereka terpecah belah. Yang demikian itu karena mereka adalah orang-orang yang tidak mengerti."
Orang-orang Yahudi tidak menghadapi kalian dalam perang bersama-sama kecuali dalam sebuah perkampungan di balik benteng dengan dinding dan paritnya atau di belakang tembok yang melindungi mereka, karena mereka adalah orang-orang penakut, ketakutan bercokol kuat dalam jiwa mereka, dan karena permusuhan di antara mereka keras; kalian mengira mereka bersatu di atas satu kalimat, padahal hati mereka terpecah-pecah. Hal itu karena mereka adalah kaum yang tidak mengerti perintah Allah dan tidak merenungkan ayat-ayatNya.
(15) "(Mereka) seperti orang-orang sebelum mereka yang belum lama berselang,1006 telah merasakan akibat buruk disebabkan perbuatan mereka sendiri. Dan mereka (juga) akan mendapat azab yang pedih."
Perumpamaan orang-orang Yahudi dan apa yang menimpa mereka itu adalah seperti orang-orang kafir Quraisy dalam Perang Badar dan orang-orang Yahudi Bani Qainuqa', mereka telah mencicipi akibat buruk dari kekafiran mereka dan permusuhan mereka kepada Rasulullah di dunia, dan di akhirat mereka akan mendapatkan azab yang pedih dan menyakitkan.

[1006] Yakni, Bani Qainuqa' yang sebelumnya juga diusir dari Madinah, dan juga seperti kaum kafir Quraisy yang dikalahkan pada 




Perang Badar.
(16) "(Bujukan orang-orang munafik itu) seperti (bujukan) setan, ketika ia berkata kepada manusia,'Kafirlah kamu!' Kemudian ketika manusia itu menjadi kafir, ia berkata,'Sesungguhnya aku berlepas diri darimu, karena sesungguhnya aku takut kepada Allah, Tuhan seluruh alam'."
Perumpamaan orang-orang munafik yang mendorong orang-orang Yahudi untuk berperang dan menjanjikan kemenangan kepada mereka atas Rasulullah adalah seperti setan yang menghiasi kekafiran bagi manusia dan menyerukannya kepadanya, tetapi setelah dia kafir, setan berkata, "Sesungguhnya aku berlepas diri darimu, aku takut kepada Allah, Tuhan alam semesta."
(17) "Maka kesudahan bagi keduanya, bahwa keduanya berada dalam neraka; mereka kekal di dalamnya. Demikianlah balasan bagi orang-orang zhalim."
Akibat perintah setan dan manusia yang mematuhinya lalu dia kafir adalah bahwa keduanya masuk neraka, tinggal di dalamnya selamanya. Itu adalah balasan orang-orang yang melanggar dan melampaui batas-batas Allah.
(18) "Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap orang memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Mahateliti terhadap apa yang kalian kerjakan ."
Wahai orang-orang yang membenarkan Allah dan RasulNya, serta melaksanakan SyariatNya, takutlah kalian kepada Allah, waspadailah hukumanNya dengan melaksanakan apa yang Allah perintahkan kepada kalian dan meninggalkan apa yang Allah larang bagi kalian. Hendaknya setiap jiwa merenungkan apa yang telah dilakukannya berupa amal perbuatan untuk menghadapi Hari Kiamat. Sesungguhnya Allah Mahateliti terhadap apa yang kalian kerjakan, tidak ada sedikit pun dari amal kalian yang samar bagi Allah, dan Dia akan membalas kalian karenanya.
(19) "Dan janganlah kalian seperti orang-orang yang lupa kepada Allah, sehingga Allah menjadikan mereka lupa akan diri sendiri. Mereka itulah orang-orang yang fasik."
Janganlah kalian wahai orang-orang beriman seperti orang-orang yang meninggalkan hak-hak Allah yang Dia wajibkan atas mereka, akibatnya Allah membuat mereka lupa terhadap hak mereka berupa kebaikan yang menyelamatkan mereka dari azab Allah pada Hari Kiamat. Mereka adalah orang-orang yang disifati dengan kefasikan, orang-orang yang keluar dari ketaatan kepada Allah dan RasulNya.
(20) "Tidak sama para penghuni neraka dengan para penghuni surga; (karena) para penghuni surga itulah orang-orang yang memperoleh kemenangan."
Tidak sama para penghuni neraka yang disiksa dan para penduduk surga yang diberi nikmat. Para penduduk surga adalah orang-orang yang mendapatkan apa yang mereka cari, yang selamat dari segala apa yang dibenci.
(21) "Sekiranya Kami menurunkan al-Qur'an ini kepada sebuah gunung, pasti kalian akan melihatnya tunduk terpecah belah disebabkan takut kepada Allah. Dan perumpamaan-perumpamaan itu Kami buat untuk manusia agar mereka berpikir."
Seandainya Kami menurunkan al-Qur'an ini kepada sebuah gunung dari gunung-gunung yang ada, lalu ia mengerti ancaman dan janji di dalamnya, niscaya kamu melihat gunung itu dengan kekuatan dan kekerasannya tunduk, merendah dan terbelah karena takut kepada Allah. Perumpamaan itu Kami buat dan jelaskan kepada manusia agar mereka memikirkan Kuasa Allah dan keagunganNya. Ayat ini mengandung dorongan untuk merenungkan al-Qur'an, memahami makna-maknanya, dan mengamalkannya.
(22) "Dia-lah Allah, Yang tidak ada tuhan yang berhak disembah kecuali Dia, Yang Mengetahui yang ghaib dan yang nyata, Dia-lah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang
Allah adalah Tuhan Yang berhak disembah, Yang tidak ada tuhan yang haq kecuali Dia, Yang mengetahui apa yang rahasia dan apa yang terang-terangan, mengetahui apa yang ghaib dan apa yang hadir, Dia Maha Pengasih yang rahmatNya meliputi segala sesuatu, juga Maha Penyayang kepada orang-orang yang beriman kepadaNya.
(23) "Dia-lah Allah, Yang tidak ada tuhan yang berhak disembah kecuali Dia, Yang Maharaja, Yang Mahasuci, Yang Mahasejahtera, Yang Maha Memberikan keamanan,1007 Yang Maha Memelihara keselamatan, Yang Mahaperkasa, Yang Maha Menundukkan, Yang Memiliki segala keagungan; Mahasuci Allah dari apa yang mereka persekutukan."
Dia-lah Allah, Tuhan yang berhak disembah, Yang tidak ada tuhan yang haq selainNya, Pemilik segala sesuatu, Yang bertindak terhadapnya tanpa ditolak dan dihalangi, Yang disucikan dari segala kekurangan, Yang selamat dari segala aib, Yang membenarkan para nabi dan rasulNya dengan apa yang Yang Dia mengutus mereka dengannya, yaitu ayat-ayat yang jelas, Yang mengawasi seluruh makhlukNya dalam seluruh amal perbuatan mereka, Yang Mahaperkasa Yang tidak terkalahkan, Yang Mahakuat Yang mengalahkan seluruh hambaNya, dan seluruh makhluk tunduk kepadaNya, Yang memiliki segala keagungan dan kebesaran, Mahasuci Allah dari segala apa yang mereka sekutukan denganNya dalam beribadah kepadaNya.

[1007] Ada juga ulama yang memaknainya: Yang membenarkan para rasul dan nabiNya dengan ayat-ayat dan mukjizat-mukjizat.
(24) "Dia-lah Allah Yang Menciptakan, Yang Mengadakan, Yang Membentuk rupa, Dia memiliki Nama-nama yang indah. Apa yang di langit dan di bumi bertasbih kepadaNya. Dan Dia-lah Yang Mahaperkasa lagi Mahabijaksana."
Dia-lah Allah, Yang Maha Pencipta, Yang menetapkan takdir para makhluk, Yang membuat, mengadakan, dan menumbuhkan mereka sesuai dengan hikmahNya, Yang membentuk makhlukNya bagaimana Allah berkehendak. Milik Allah-lah Asma'ul Husna dan sifat-sifat yang tinggi, seluruh apa yang di langit dan di bumi bertasbih kepada Allah. Allah Mahaperkasa, Pemilik hukuman berat atas musuh-musuhNya, Mahabijaksana dalam pengaturanNya terhadap urusan makhlukNya.













TAFSIR AL MUYASSAR AL MUJAADALAH

Image result for tafsir muyassar

(1) "Sungguh Allah telah mendengar ucapan perempuan yang mengajukan gugatan kepadamu (Muhammad) tentang suaminya, dan mengadukan (halnya) kepada Allah, dan Allah mendengar percakapan antara kalian berdua. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Melihat."1001
Sungguh Allah telah mendengar ucapan Khaulah binti Tsa'labah yang mengadu kepadamu tentang suaminya Aus bin ash-Shamit, berkaitan dengan apa yang dilakukan oleh Aus terhadap Khaulah, yaitu monzhiharnya. Dia mengucapkan kepadanya, "Kamu bagiku sudah seperti punggung ibuku", yakni dalam hal pengharaman pernikahan. Khaulah memohon kepada Allah agar mengangkat kesulitannya. Allah mendengar perbincangan dan pembicaraan kalian berdua. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar setiap perkataan, Maha Melihat segala sesuatu, tidak ada sesuatu pun yang samar bagiNya.

[1001] Sebab turunnya ayat ini ialah berhubungan dengan persoalan seorang perempuan yang bernama Khaulah binti Tsa'labah 
yang telah dizhihar oleh suaminya, Aus bin ash-Shamit, yaitu dengan mengatakan kepada istrinya, "Kamu bagiku sudah seperti 
punggung ibuku", dengan maksud dia tidak boleh lagi menggauli istrinya, sebagaimana dia tidak boleh menggauli ibunya. Menurut 
adat jahiliyah, kalimat zhihar seperti itu sudah sama dengan mentalak istri. Maka Khaulah mengadukan halnya itu kepada Rasulullah . Rasulullah  menjawab bahwa dalam hal ini belum ada keputusan dari Allah . Dan dalam riwayat yang lain Rasulullah  mengatakan, "Engkau telah diharamkan digauli olehnya." Lalu Khaulah berkata, "Suamiku belum menyebut 
kata-kata talak." Kemudian Khaulah berulang-ulang mendesak Rasulullah agar menetapkan suatu keputusan dalam hal ini, hingga 
akhirnya turunlah ayat ini dan ayat-ayat berikutnya.
(2) "Orang-orang di antara kalian yang menzhihar istrinya, (dengan menganggap istrinya bagaikan ibu mereka), padahal istri mereka itu bukanlah ibu mereka, karena sesungguhnya ibu-ibu mereka hanyalah perempuan-perempuan yang melahirkan mereka. Dan sesungguhnya mereka benar-benar telah mengucapkan suatu perkataan yang mungkar dan dusta. Dan sesungguhnya Allah Maha Pemaaf lagi Maha Pengampun."
Orang-orang yang menzhihar istri-istri mereka di antara kalian, di mana suami berkata kepada istrinya, "Kamu bagiku sudah seperti punggung ibuku", yakni, dalam pengharaman pernikahan, maka mereka telah durhaka kepada Allah dan menyelisihi syariatNya. Istri-istri mereka sejatinya bukanlah ibu-ibu mereka, akan tetapi istri-istri mereka. Ibu-ibu mereka adalah wanita-wanita yang melahirkan mereka. Sesungguhnya orang-orang yang melakukan zhihar benar-benar mengatakan sesuatu yang dusta dan buruk, dan tidak benar. Sesungguhnya Allah Maha Pemaaf lagi Pengampun kepada siapa yang melakukan penyimpangan lalu segera bertaubat nashuha.
(3) "Dan mereka yang menzhihar istri mereka. kemudian menarik kembali apa yang telah mereka ucapkan, maka (mereka diwajibkan) memerdekakan searang budak sebelum kedua suami istri itu bercampur Demikianlah yang diajarkan kepada kalian, dan Allah Mahateliti terhadap apa yang kalian kerjakan."
Orang-orang yang mengharamkan istri-istri mereka atas diri mereka dengan zhihar, kemudian mereka membatalkan ucapan mereka dan hendak menggauli istri-istri mereka, maka suami yang menzhihar dalam keadaan ini harus membayar kafarat pengharaman, yaitu memerdekakan seorang budak laki-laki atau perempuan yang beriman sebelum menggauli istrinya yang dizhiharnya. Itu adalah hukum Allah, untuk siapa yang menzhihar istrinya, dengannya kalian wahai orang-orang beriman dinasihati, agar kalian tidak melakukan zhihar dan berkata dusta, dan kalian bisa membayar kafaratnya bila kalian melakukannya, dan agar kalian tidak mengulanginya. Allah, tidak samar bagiNya sedikit pun dari amal-amal kalian, dan Dia akan membalas kalian atasnya.
(4) "Maka barangsiapa tidak dapat (memerdekakan hamba sahaya), maka (dia wajib) berpuasa dua bulan berturut-turut sebelum keduanya bercampur, lalu barangsiapa tidak mampu, maka (wajib) memberi makan enam puluh orang miskin. Demikianlah, agar kalian beriman kepada Allah dan RasulNya. Itulah hukum-hukum Allah, dan orang-orang yang kafir (kepadanya) akan mendapat azab yang sangat pedih."
Barangsiapa tidak mendapatkan budak yang bisa dia merdekakan, wajib atasnya berpuasa dua bulan berturut-turut sebelum menggauli istrinya. Barangsiapa tidak sanggup berpuasa karena udzur syar'i, maka dia memberi makan 60 orang fakir miskin yang tidak memiliki kadar kecukupan dan tidak memiliki apa yang dapat memenuhi hajat mereka. Hukum-hukum zhihar yang Kami jelaskan kepada kalian ini bertujuan supaya kalian membenarkan Allah, mengikuti RasulNya, mengamalkan syariat Allah, dan meninggalkan apa yang kalian lakukan di zaman jahiliyah. Hukum-hukum tersebut adalah perintah-perintah Allah dan batasan-batasanNya, maka janganlah kalian melanggarnya. Dan orang-orang yang mengingkarinya akan mendapat azab yang menyakitkan.
(5) "Sesungguhnya orang-orang yang menentang Allah dan RasulNya pasti dihinakan, sebagaimana dihinakannya orang-orang sebelum mereka. Dan sungguh Kami telah menurunkan ayat-ayat (bukti-bukti) yang nyata. Dan orang-orang yang kafir (kepadanya) akan mendapat azab yang menghinakan."
Sesungguhnya orang-orang yang menentang Allah dan RasulNya, serta menyellsih! perintah keduanya, pasti dicampakkan dan diabaikan sebagaimana dicampakkannya orang-orang sebelum mereka dari umat-umat yang menentang Allah dan para rasulNya. Kami telah menurunkan ayat-ayat Kami yang hujjahnya jelas yang menunjukkan bahwa syariat Allah dan batasan-batasanNya adalah haq. Dan orang-orang yang mengingkari ayat-ayat tersebut akan mendapat azab yang menghinakan di Neraka Jahanam.
(6) "Pada hari itu mereka semua akan dibangkitkan oleh Allah, lalu Dia akan memberitakan kepada mereka apa yang telah mereka kerjakan. Allah menghitungnya (semua amal perbuatan itu), meskipun mereka telah melupakannya. Dan Allah Maha Menyaksikan segala sesuatu"
Ingatlah wahai Rasul akan Hari Kiamat, yaitu hari yang Allah menghidupkan semua orang-orang mati. Allah mengumpulkan orang-orang terdahulu dan orang-orang kemudian di satu tanah lapang, lalu Allah akan mengabarkan kepada mereka tentang apa yang mereka lakukan, baik atau buruk. Allah menghitungnya dan menulisnya dalam Lauhul Mahfuzh, menjaganya bagi mereka pada lembaran-lembaran amal mereka sementara mereka telah melupakannya. Allah Maha Menyaksikan segala sesuatu, tidak ada yang samar bagiNya.
(7) "Tidakkah engkau perhatikan bahwa Allah mengetahui apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi? tidak ada pembicaraan rahasia antara tiga orang, melainkan Dia-lah yang keempatnya, dan tidak ada (pula pembicaraan rahasia antara) lima orang, melainkan Dia-lah yang keenamnya, dan tidak ada yang kurang dari itu atau lebih banyak, melainkan Dia pasti ada bersama mereka di mana pun mereka berada. Kemudian Dia akan memberitakan kepada mereka pada hari Kiamat apa yang telah mereka kerjakan. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu."
Apakah kamu tidak mengetahui bahwa Allah mengetahui segala sesuatu di langit dan di bumi? Tidak ada tiga orang dari makhluk Allah yang berbisik-bisik di antara mereka tentang sebuah rahasia kecuali Allah bersama mereka dengan ilmu dan pengetahuanNya, tidak juga lima orang kecuali Allah yang keenam, tidak lebih sedikit, tidak lebih banyak dari angka-angka tersebut kecuali Allah bersama mereka dengan ilmuNya, di tempat mana pun mereka berada, tidak ada sesuatu pun dari urusan mereka yang samar bagiNya. Kemudian Allah akan mengabari mereka pada Hari Kiamat tentang apa yang mereka lakukan berupa kebaikan atau keburukan dan membalas mereka atasnya. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu, tidak ada sesuatu pun yang samar bagiNya.
(8) "Tidakkah engkau perhatikan orang-orang yang telah dilarang mengadakan pembicaraan rahasia, kemudian mereka kembali (mengerjakan) larangan itu dan mereka mengadakan pembicaraan rahasia untuk berbuat dosa, permusuhan, dan durhaka kepada Rasul? Dan apabila mereka datang kepadamu (Muhammad), mereka mengucapkan salam dengan cara yang bukan seperti yang ditentukan Allah untukmu. Dan mereka mengatakan pada diri mereka sendiri, 'Mengapa Allah tidak menyiksa kita atas apa yang kita katakan itu ?' Cukuplah bagi mereka Neraka Jahanam yang akan mereka masuki. Maka neraka itu adalah seburuk-buruk tempat kembali."
Apakah kamu wahai Rasul, tidak melihat kepada orang-orang Yahudi yang dilarang berbisik-bisik secara rahasia dengan sesuatu yang menimbulkan kecurigaan pada hati orang-orang beriman, kemudian mereka melakukan kembali apa yang dilarang itu, di mana mereka berbicara secara rahasia dengan pembicaraan yang mengandung dosa, permusuhan, dan penyelisihan terhadap perintah Rasulullah? Bila orang-orang Yahudi itu datang kepadamu wahai Rasul, untuk satu urusan, mereka mengucapkan penghormatan kepadamu yang tidak Allah jadikan sebagai penghormatan bagimu, yaitu mereka berkata, "As-Samu alaika", yang berarti, semoga kematian menimpamu. Mereka berkata di antara mereka, "Bila memang Muhammad adalah utusan Allah yang benar, mengapa Allah tidak menghukum kita atas apa yang kita ucapkan kepadanya?" Cukuplah Neraka Jahanam bagi mereka yang akan mereka masuki, mereka akan merasakan panasnya, dan itu adalah seburuk-buruk tempat kembali.
(9) "Wahai orang-orang yang beriman! Apabila kalian mengadakan pembicaraan rahasia, janganlah kalian membicarakan perbuatan dosa, permusuhan, dan durhaka kepada Rasul, tetapi bicarakanlah tentang perbuatan kebaikan dan takwa. Dan bertakwalah kepada Allah yang kepadaNya kalian akan dikumpulkan kembali"
Wahai orang-orang yang membenarkan Allah dan RasulNya serta melaksanakan syariatNya, bila kalian berbisik-bisik secara rahasia di antara kalian, jangan berbisik dengan sesuatu yang mengandung dosa, dalam bentuk pelanggaran terhadap orang lain atau penyelisihan terhadap perintah Rasulullah, sebaliknya berbicaralah sesuatu yang mengandung kebaikan, ketaatan dan keinginan berbuat baik. Dan takutlah kepada Allah dengan melaksanakan perintah-perintahNya dan menjauhi larangan-laranganNya. Hanya kepada Allah semata kalian akan kembali dengan membawa seluruh amal perbuatan dan perkataan kalian yang Dia catat untuk kalian, dan Dia akan membalas kalian atasnya.
(10) "Sesungguhnya pembicaraan rahasia itu termasuk (perbuatan) setan, agar orang-orang yang beriman itu bersedih hati, sedang (pembicaraan rahasia) itu tidaklah memudaratkan mereka sedikit pun, kecuali dengan izin Allah. Dan kepada Allah-lah hendaknya orang-orang yang beriman bertawakal"
Sesungguhnya berbicara secara rahasia dengan sesuatu yang mengandung dosa dan permusuhan adalah dari godaan setan, dialah yang menghiasinya dan yang mendorong kepadanya, agar menyusupkan kesedihan ke dalam hati orang-orang beriman, walaupun hal itu tidak mengganggu orang-orang beriman sedikit pun kecuali dengan izin Allah dan kehendakNya. Dan hendaknya hanya kepada Allah semata orang-orang Mukmin menyerahkan segala urusan mereka.
(11) "Wahai orang-orang yang beriman! Apabila dikatakan kepada kalian, 'Berilah kelapangan di dalam majelis-majelis,' maka lapangkanlah, niscaya Allah akan memberi kelapangan untuk kalian. Dan apabila dikatakan, 'Berdirilah kalian maka berdirilah, niscaya Allah akan mengangkat (derajat) orang-orang yang beriman di antara kalian dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat. Dan Allah Mahateliti terhadap apa yang kalian kerjakan"
Wahai orang-orang yang membenarkan Allah dan RasulNya serta melaksanakan syariatNya, bila kalian diminta agar sebagian dari kalian melapangkan majelis untuk sebagian yang lain, maka lakukanlah, niscaya Allah akan melapangkan untuk kalian di dunia dan akhirat. Bila kalian wahai orang-orang yang beriman, diminta agar bangkit dari majelis kalian untuk sesuatu hajat yang mengandung kebaikan bagi kalian, maka bangkitlah. Allah akan meninggikan kedudukan orang-orang beriman yang ikhlas di antara kalian. Allah meninggikan derajat ahli ilmu dengan derajat-derajat yang banyak dalam pahala dan derajat meraih keridhaan. Allah Mahateliti terhadap amal-amal kalian, tidak ada sesuatu yang samar bagiNya, dan Dia akan membalas kalian atasnya. Ayat ini menyanjung kedudukan para ulama dan keutamaan mereka, serta ketinggian derajat mereka.
(12) "Wahai orang-orang yang beriman! Apabila kalian mengadakan pembicaraan rahasia (khusus) dengan Rasul, maka hendaklah kalian mengeluarkan sedekah (kepada orang miskin) sebelum (melakukan) pembicaraan rahasia kalian itu. Yang demikian itu lebih baik bagi kalian dan lebih bersih. Tetapi jika kalian tidak memperoleh (yang akan disedekahkan), maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang."
Wahai orang-orang yang membenarkan Allah dan RasulNya serta melaksanakan syariatNya, bila kalian hendak berbicara kepada Rasulullah  secara rahasia empat mata, maka sebelum itu berikanlah sedekah kepada orang-orang yang membutuhkan. Ini lebih baik bagi kalian, karena ini mengandung pahala dan lebih bersih bagi hati kalian dari dosa. Namun bila kalian tidak mempunyai sesuatu untuk disedekahkan, maka tidak mengapa, karena sesungguhnya Allah Maha Pengampun bagi hamba-hambaNya yang beriman lagi Maha Penyayang kepada mereka.
(13) "Apakah kalian takut akan (menjadi miskin) karena kalian memberikan sedekah sebelum (melakukan) pembicaraan rahasia (khusus) dengan Rasul tersebut? Tetapi jika kalian tidak melakukannya dan Allah telah memberi ampun kepada kalian, maka dirikanlah shalat dan tunaikanlah zakat, serta taatlah kepada Allah dan RasulNya! Dan Allah Mahateliti terhadap apa-apa yang kalian kerjakan."
Apakah kalian takut miskin bila kalian memberikan sedekah sebelum kalian berbicara empat mata dengan Rasulullah? Bila kalian tidak melakukan apa yang diperintahkan kepada kalian dan Allah mengampuni kalian, memberikan keringanan kepada kalian dengan membolehkan kalian tidak melakukannya, maka tegakkanlah shalat, berikanlah zakat dengan teguh dan konsisten, serta taatilah Allah dan RasulNya dalam apa yang diperintahkan kepada kalian. Allah Mahateliti terhadap amal-amal kalian dan akan membalas kalian atasnya.
(14) "Tidakkah engkau perhatikan orang-orang (munafik) yang menjadikan suatu kaum yang telah dimurkai Allah sebagai sahabat? Orang-orang itu bukan dari kalian dan bukan dari mereka. Dan mereka bersumpah secara bohong, sedang mereka mengetahuinya"
Apakah kamu tidak memperhatikan orang-orang munafik yang mengangkat orang-orang Yahudi sebagai teman dan memberikan loyalitasnya kepada mereka? Pada hakikatnya orang-orang munafik tidak termasuk orang-orang beriman dan tidak pula termasuk orang-orang Yahudi. Mereka bersumpah secara dusta bahwa mereka adalah kaum Muslimin dan bahwa kamu adalah Rasulullah, padahal mereka tahu bahwa mereka dusta dalam sumpah mereka tersebut.
(15) "Allah telah menyediakan azab yang sangat keras bagi mereka. Sesungguhnyaf amat buruklah apa yang telah mereka kerjakan itu"
Allah menyiapkan bagi orang-orang munafik itu azab yang sangat keras dan menyakitkan. Sesungguhnya kemunafikan dan sumpah dusta yang mereka lakukan adalah seburuk-buruk perbuatan.
(16) "Mereka menjadikan sumpah-sumpah mereka sebagai perisai, lalu mereka menghalang-halangi (manusia) dari jalan Allah; maka mereka akan mendapatkan azab yang menghinakan
Orang-orang munafik itu menjadikan sumpah dusta mereka sebagai tameng yang melindungi mereka dari pembunuhan disebabkan kekafiran mereka, agar kaum Muslimin tidak memerangi mereka dan menawan anak-anak mereka, dengan itu mereka telah menghalang-halangi diri mereka dan orang lain dari jalan Allah, yaitu Islam. Bagi mereka azab yang menghinakan di dalam neraka, karena kesombongan mereka dengan tidak mau beriman kepada Allah dan Rasulullah dan menghalang-halangi (manusia) dari jalan Allah.
(17) "Harta benda dan anak-anak mereka tidak berguna sedikit pun (untuk menolong) mereka dari azab Allah. Mereka itulah para penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya"
Harta dan anak-anak orang-orang munafik itu tidak akan bisa melindungi mereka dari azab Allah sedikit pun. Mereka itu adalah para penghuni neraka yang akan memasukinya dan akan kekal di dalamnya, tidak akan keluar darinya. Balasan ini mencakup semua orang yang menghalang-halangi agama Allah dengan ucapan maupun perbuatannya.
(18) "(Ingatlah) pada hari (ketika) Allah akan membangkitkan mereka semua, lalu mereka bersumpah kepadaNya (bahwa mereka bukan orang-orang musyrik) sebagaimana mereka bersumpah kepada kalian; dan mereka menyangka bahwa mereka akan memperoleh sesuatu (manfaat). Ketahuilah, sesungguhnya mereka adalah orang-orang pendusta."
Pada Hari Kiamat Allah akan membangkitkan orang-orang munafik seluruhnya dari kubur mereka dalam keadaan hidup. Mereka akan bersumpah kepada Allah bahwa mereka adalah orang-orang yang beriman, sebagaimana mereka telah bersumpah kepada kalian wahai orang-orang beriman di dunia, mereka meyakini bahwa hal itu bermanfaat bagi mereka di sisi Allah sebagaimana hal itu bermanfaat bagi mereka di dunia. Ketahuilah, bahwa mereka adalah orang-orang yang gemar berdusta, dusta mereka mencapai titik yang tidak dijangkau oleh selain mereka.
(19) "Setan telah menguasai mereka, lalu menjadikan mereka lupa mengingat Allah; mereka itulah golongan setan. Ketahuilah, sesungguhnya golongan setan itulah golongan yang rugi."
Setan mengalahkan dan menguasai mereka hingga mereka meninggalkan perintah-perintah Allah dan tidak taat kepadaNya. Mereka adalah golongan setan dan para pengikutnya. Ketahuilah, bahwa golongan setan adalah orang-orang yang merugi di dunia dan akhirat.
(20) "Sesungguhnya orang-orang yang menentang Allah dan RasulNya, mereka termasuk orang-orang yang sangat hina ."
Sesungguhnya orang-orang yang menyelisihi perintah Allah dan RasulNya, adalah termasuk di antara orang-orang yang terhina, kalah, dan rendah; di dunia dan akhirat.
(21) "Allah telah menetapkan, 'Aku dan rasul-rasulKu pasti menang' Sesungguhnya Allah Mahakuat lagi Mahaperkasa."
Allah telah menulis di Lauhul Mahfuzh dan memutuskan bahwa kemenangan adalah milikNya, kitabNya, para utusanNya dan hamba-hambaNya yang Mukmin. Sesungguhnya Allah Mahakuat, tidak ada sesuatu pun yang melemahkannya lagi Mahaperkasa atas makhlukNya.
(22) "Engkau (Muhammad) tidak akan mendapatkan suatu kaum yang beriman kepada Allah dan Hari Akhirat saling berkasih sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan RasulNya, sekalipun orang-orang itu adalah bapak mereka, anak mereka, saudara mereka, atau keluarga mereka. Mereka itulah orang-orang yang Allah tanamkan keimanan dalam hati mereka dan Allah telah menguatkan mereka dengan ruh (pertolongan)1002dariNya. Dan Dia akan memasukkan mereka ke dalam surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; mereka kekal di dalamnya. Allah ridha terhadap mereka dan mereka pun ridha (merasa puas) terhadap (limpahan rahmat)Nya. Merekalah golongan Allah. Ingatlah, sesungguhnya golongan Allah itulah yang beruntung."
Kamu wahai Rasul, tidak akan mendapati suatu kaum yang membenarkan Allah dan Hari Kiamat, serta melaksanakan apa yang Dia syariat-kan, mencintai dan loyal kepada orang-orang yang memusuhi Allah dan RasulNya dan menyelisihi perintah keduanya, sekalipun mereka adalah bapak-bapak, atau anak-anak, atau saudara-saudara, atau para kerabat mereka. Orang-orang yang mencintai dan memusuhi karena Allah, Allah akan meneguhkan iman dalam hati mereka, menguatkan mereka dengan kemenangan dari sisiNya dan dukungan atas musuh-musuh mereka di dunia, memasukkan mereka di akhirat ke dalam surga-surga yang sungai-sungai mengalir di bawah istana-istana dan pohon-pohonnya, mereka tinggal di dalamnya selamanya, yang tidak akan pernah berakhir. Allah menurunkan ridhaNya kepada mereka sehingga Dia tidak murka kepada mereka, mereka ridha kepada Tuhan mereka dengan apa yang Dia berikan kepada mereka berupa pemuliaan-pemuliaan dan derajat-derajat yang tinggi. Mereka adalah golongan Allah dan wali-waliNya. Mereka adalah orang-orang yang beruntung mendapatkan kebahagiaan dunia dan akhirat.


[1002] Yakni, berupa: kemauan dan kekuatan batin, kebersihan hati, kemenangan terhadap musuh, dan lain-lain.

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Pusat Kajian Sunnah - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger