Latest Audio :

TAFSIR AL MUYASSAR ASH-SHAFFAT

(1) Demi (rombongan) yang ber shaf-shaf dengan sebenar-benarnya[1273],
[1273] Yang dimaksud dengan “rombongan yang bershaf-shaf” ialah para malaikat atau makhluk lain seperti burung-burung.
Allah bersumpah dengan malaikat-malaikat-Nya yang beribadah dengan berbaris-baris sangat rapi,
(2) dan demi (rombongan) yang melarang dengan sebenar-benarnya (dari perbuatan-perbuatan maksiat),
malaikat-malaikat yang menggiring awan dengan perintah Allah,
(3) dan demi (rombongan) yang membacakan pelajaran,
dan malaikat-malaikat yang melantunkan dzikir kepada Allah dan firman-Nya.
(4) Sesungguhnya Tuhanmu benar-benar Esa.
Sesungguhnya sesembahan kalian (wahai manusia) adalah Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya. Maka ikhlaskanlah ibadah dan ketaatan hanya kepada-Nya. Allah bersumpah dengan makhluk-Nya yang Dia kehendaki. Adapun makhluk, maka dia hanya boleh bersumpah dengan nama Allah saja. Sumpah dengan nama selain Allah adalah syirik.
(5) Tuhan langit dan bumi dan apa yang berada di antara keduanya dan Tuhan tempat-tempat terbit matahari.
Dia-lah pencipta langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya, pengatur matahari kala terbit dan terbenam.

(6) Sesungguhnya Kami telah menghias langit yang terdekat dengan hiasan, yaitu bintang-bintang,
Sesungguhnya Kami menghiasi langit dunia dengan perhiasan yaitu bintang-bintang.
(7) dan telah memeliharanya (sebenar-benarnya) dari setiap syaitan yang sangat durhaka,
Dan Kami menjaga langit dengan bintang-bintang dari semua setan Bengal yang nakal lagi terkutuk.
(8) syaitan syaitan itu tidak dapat mendengar-dengarkan (pembicaraan) para malaikat dan mereka dilempari dari segala penjuru.
Setan-setan tidak akan mampun untuk sampai kepada al-mala’il a’la, yaitu langit dan para malaikat yang ada di sana untuk mendengar perbincangan mereka saat mereka membicarakan wahyu Allah tentang syariat dan takdir-Nya. Setan-setan itu dilempari bola-bola api dari segala penjuru agar mereka tidak bisa mendengar.
(9) Untuk mengusir mereka dan bagi mereka siksaan yang kekal,
Sedangkan di akhirat nanti mereka akan mendapatkan siksa yang sangat menyakitkan.
(10) akan tetapi barangsiapa (di antara mereka) yang mencuri-curi (pembicaraan); maka ia dikejar oleh suluh api yang cemerlang.
Kecuali setan yang mencuri pendengaran terhadap satu kata yang dia dengar dari langit secara cepat, lalu dia menyampaikannya kepada setan di bawahnya, lalu yang dibawahnya tersebut menyampaikan kepada yang di bawahnya. Dan mungkin dia sudah terkena lemparan bola api sebelum dia menyampaikannya. Dan mungkin pula dia telah berhasil menyampaikannya dengan takdir Allah sebelum dia terkena lemparan bola api yang membakarnya, lalu yang setan yang lain membawanya kepada dukun-dukun dan mereka membuat seratus kedustaan bersamanya.
(11) Maka tanyakanlah kepada mereka (musyrik Mekah): “Apakah mereka yang lebih kukuh kejadiannya ataukah apa [1274] yang telah Kami ciptakan itu?” Sesungguhnya Kami telah menciptakan mereka dari tanah liat.
[1274] Maksudnya: malaikat, langit, bumi dan lain-lain.
Tanyakanlah (wahai Rasul) kepada orang-orang yang mengingkari kebangkitan : Apakah mereka itu lebih kuat daripada makhluk-makhluk-Ku yang lainnya?? Sesungguhnya Kami menciptakan bapak mereka Adam dari tanah basah, sebagian lengket dnegan sebagian yang lain.
(12) Bahkan kamu menjadi heran (terhadap keingkaran mereka) dan mereka menghinakan kamu.
Bahkan kamu (wahai Rasul) merasa takjub dengan pengingkaran mereka terhadap kebangkitan. Dan yang lebih menakjubkan dari pengingkaran mereka adalah bahwa mereka memperolok-olok dan menghina ucapanmu.
(13) Dan apabila mereka diberi pelajaran mereka tiada mengingatnya.
Bila mereka diingatkan tentang sesuatu yang mereka lupakan atau lalaikan, mereka tidak mau mengambil manfaat dari peringaatan tersebut dan tidak mau merenungkannya.
(14) Dan apabila mereka melihat sesuatu tanda kebesaran Allah, mereka sangat menghinakan.
Bila mereka melihat mukjizat yang membuktikan kenabianmu, mereka merasa aneh dan memperolok-olok.
(15) Dan mereka berkata “Ini tiada lain hanyalah sihir yang nyata.
Mereka berkata : Apa yang kamu bawa ini hanyalah sihir yang nyata lagi jelas.

(16) Apakah apabila kami telah mati dan telah menjadi tanah serta menjadi tulang belulang, apakah benar-benar kami akan dibangkitkan (kembali)?
Apakah bila kami telah mati dan kami menjadi tanah dan tulang-belulang yang lapuk, apakah kami akan dibangkitkan dari kubur kami dalam keadaan hidup,
(17) Dan apakah bapak-bapak kami yang telah terdahulu (akan dibangkitkan pula)”?
Dan apakah leluhur-leluhur kami yang dulu juga akan dibangkitkan??
(18) Katakanlah:”Ya, dan kamu akan terhina”
Katakanlah kepada mereka (wahai Rasul) : Benar, kalian pasti akan dibangkitkan dalam keadaan hina dina.
(19) Maka sesungguhnya kebangkitan itu hanya dengan satu teriakan saja; maka tiba-tiba mereka meIihatnya.
Hanya dengan sekali tiupan dan mereka pun berdiri dari kubur mereka menyaksikan kengerian Hari Kiamat.
(20) Dan mereka berkata:”Aduhai celakalah kita!” Inilah hari pembalasan.
Dan mereka berkata : Celaka kami, ini adalah hari hisab dan pembalasan.

(21) Inilah hari keputusan[1275] yang kamu selalu mendustakannya[1276].
[1275] Hari keputusan maksudnya ialah hari Allah Imemberi keputusan dan pembalasan kepada hamba-Nya.

[1276] Ayat 20 adalah percakapan yang terjadi antara sesama orang- orang kafir.
Dikatakan kepada mereka : Ini adalah hari keputusan di antara manusia dengan adil yang dulu kalian dustakan dan kalian ingkari di dunia.
(22) (kepada malaikat diperintahkan): “Kumpulkanlah orang-orang yang zalim beserta teman sejawat mereka dan sembahan-sembahan yang selalu mereka sembah,
Dan dikatakan kepada  para malaikat : Kumpulkan orang-orang yang kafir kepada Allah dan sekutu-sekutu mereka berikut Illah-Illah yang mereka sembah selain Allah.
(23) selain Allah; maka tunjukkanlah kepada mereka jalan ke neraka.
Giringlah mereka semuanya dengan keras ke Neraka Jahanam.
(24) Dan tahanlah mereka (di tempat perhentian) karena sesungguhnya mereka akan ditanya:
Tahanlah mereka sebelum mereka sampai ke Jahanam, karena mereka akan ditanya tentang amal perbuatan mereka dan perkataan-perkataan yang mereka ucapkan di dunia sebagai pengingkaran dan perendahan terhadap mereka.
(25) “Kenapa kamu tidak tolong menolong ?”
Dikatakan kepada mereka sebagai pengingkaran : Mengapa sebagian dari kalian tidak menolong sebagian yang lain??
(26) Bahkan mereka pada hari itu menyerah diri.
Sebaliknya pada hari itu mereka tunduk kepada keputusan Allah, tidak menyelisihinya dan tidak menyimpang darinya, mereka tidak mampu menolong diri mereka sendiri.
(27) Sebahagian dan mereka menghadap kepada sebahagian yang lain berbantah-bantahan.
Sebagian dari orang-orang kafir memandang sebagian yang lain, mereka saling mendebat dan saling menyalahkan.
(28) Pengikut-pengikut mereka berkata (kepada pemimpin-pemimpin mereka): “Sesungguhnya kamulah yang datang kepada kami dan kanan[1277].
[1277] Maksudnya: Para pemimpin itu mendatangi pengikut-pengikutnya dengan membawa tipu muslihat yang mengikat hati.
Para pengikut berkata kepada orang-orang yang diikuti : Sesungguhnya kalian mendatangi kami dari arah agama dan kebenaran, lalu kalian meminta kami untuk meremehkan perkara syariat. Kalian membuat kami menjauh darinya, dan kalian menghiasi kesesatan kepada kami.
(29) Pemimpin-pemimpin mereka menjawab: “Sebenarnya kamulah yang tidak beriman”.
Lalu orang-orang yang diikuti itu menjawab kepada orang-orang yang mengikuti : Perkaranya tidak seperti yang kalian tuduhkan, karena sebenarnya hati kalian sudah mengingkari iman dan menerima kekufuran dan kemaksiatan.
(30) Dan sekali-kali kami tidak berkuasa terhadapmu, bahkan kamulah kaum yang melampaui batas.
Kami sendiri juga tidak memiliki hujjah atau kekuatan atas kalian sehingga dengannya kami menghalang-halangi kalian dari iman. Sebaliknya kalian wahai orang-orang musyrik adalah kaum yang melebihi batas dari jalan kebenaran.

(31) Maka pastilah putusan (azab) Tuhan kita menimpa atas kita; sesungguhnya kita akan merasakan (azab itu).
Maka kita semuanya mendapat ancaman Rabb kita, kita sama-sama akan merasakan adzab, kami dengan kalian, akibat dari apa yang telah kita lakukan berupa dosa-dosa dan kemaksiatan-kemaksiatan di dunia.
(32) Maka kami telah menyesatkan kamu, sesungguhnya kami adalah orang-orang yang sesat.
Kami menyesatkan kalian dari jalan Allah dan beriman kepada-Nya. Sesungguhnya kami sebelum kalian memang sudah sesat, maka kami celaka disebabkan oleh kekufuran kami, dan kami mencelakakan kalian bersama dengan kami.
(33) Maka sesungguhnya mereka pada hari itu bersama-sama dalam azab.
Sesungguhnya para pengikut dan orang-orang yang diikuti sama-sama akan merasakan adzab di Hari Kiamat, sebagaimana di dunia mereka sama-sama bermaksiat kepada Allah.
(34) Sesungguhnya demikianlah Kami berbuat terhadap orang-orang yang berbuat jahat.
Sesungguhnya beginilah Kami berbuat terhadap orang-orang yang memilih untuk bermaksiat kepada Allah di dunia daripada menaati-Nya, sehingga kami menimpakan adzab yang pedih kepada mereka.
(35) Sesungguhnya mereka dahulu apabila dikatakan kepada mereka: “Laa ilaaha illallah” (Tiada Tuhan yang berhak disembah melainkan Allah) mereka menyombongkan diri,
Orang-orang musyrik itu di dunia, bila dikatakan kepada mereka : Laa ilaha illallah, dan mereka diajak kepadanya serta diminta untuk meninggalkan apa yang meniadakannya, maka mereka menyombongkan diri darinya dan terhadap orang yang membawanya kepada mereka.

(36) dan mereka berkata: “Apakah sesungguhnya kami harus meninggalkan sembahan-sembahan kami karena seorang penyair gila?”
Dan mereka berkata : Apakah kami harus meninggalkan ibadah kepada Illah-Illah kami hanya karena ucapan seorang penyair gila?? Maksud mereka adalah Rasulullah صلی الله عليه وسلم.
(37) Sebenarnya dia (Muhammad) telah datang membawa kebenaran dan membenarkan rasul-rasul (sebelumnya).
Mereka dusta, Muhammad tidaklah seperti yang mereka katakan. Sebaliknya, dia datang dengan membawa al-Qur’an dan Tauhid, membenarkan para utusan dalam syariat dan tauhid yang mereka bawa.
(38) Sesungguhnya kamu pasti akan merasakan azab yang pedih.
Sesungguhnya kalian (wahai orang-orang musyrikin) benar-benar akan merasakan adzab yang keras dan menyakitkan akibat dari perkataan, kekufuran dan pendustaan kalian.
(39) Dan kamu tidak diberi pembalasan melainkan terhadap kejahatan yang telah kamu kerjakan,
Di akhirat kalian tidak dibalas kecuali akibat kemaksiatan yang kalian lakukan di dunia.
(40) tetapi hamba-hamba Allah yang dibersihkan (dari dosa).
Kecuali hamba-hamba Allah yang mengikhlaskan ibadah kepada-Nya, maka Allah memberikan rahmat secara khusus dan murni kepada mereka. Mereka adalah orang-orang yang selamat dari adzab yang pedih.
(41) Mereka itu memperoleh rezki yang tertentu,
Orang-orang yang ikhlas itu mendapatkan rizki yang sudah diketahui yang mengalir selamanya di surga,
(42) yaitu buah-buahan. Dan mereka adalah orang-orang yang dimuliakan,
Rizki tersebut adalah buah-buahan yang bermacam-macam.
(43) di dalam syurga-syurga yang penuh ni’mat.
Mereka dimuliakan dengan kemuliaan dari Allah di surga kenikmatan yang langgeng.
(44) di atas takhta-takhta kebesaran berhadap-hadapan.
Dan di antara pemulliaan Allah kepada mereka dan pemuliaan sebgaian dari mereka kepada sebagian yang lain adalah bahwa mereka di atas ranjang-ranjang yang saling berhadap-hadapan.
(45) Diedarkan kepada mereka gelas yang berisi khamar dari sungai yang mengalir.
Gelas-gelas Khamar berkeliling di majelis-majelis mereka dari sungai-sungai yang mengalir, mereka tidak khawatir ia akan terputus,

(46) (Warnanya) putih bersih, sedap rasanya bagi orang-orang yang minum.
Putih warnanya, rasanya nikmat,
(47) Tidak ada dalam khamar itu alkohol dan mereka tiada mabuk karenanya.
Tidak membahayakan jasmani dan akal.
(48) Di sisi mereka ada bidadari-bidadari yang tidak liar pandangannya dan jelita matanya,
Di majelis-majelis mereka terdapat bidadari-bidadari yang suci, mereka tidak melihat kecuali hanya kepada suami-suami mereka, bermata indah,
(49) seakan-akan mereka adalah telur (burung unta) yang tersimpan dengan baik.
Seolah-olah mereka adalah telur yang terjaga yang belum pernah tersentuh tangan siapapun.
(50) Lalu sebahagian mereka menghadap kepada sebahagian yang lain sambil bercakap-cakap.
Sebagian menghadap kepada sebagian yang lain, bertanya tentang keadaan mereka di dunia dan apa yang mereka derita di sana, serta apa yang Allah limpahkan berupa nikmat kepada mereka di surga. Ini termasuk kenikmatan yang sempurna.

(51) Berkatalah salah seorang di antara mereka: “Sesungguhnya aku dahulu (di dunia) mempunyai seorang teman,
Seorang penghuni surga berkata : Dulu di dunia aku mempunyai seorang teman akrab.
(52) yang berkata: “Apakah kamu sungguh-sungguh termasuk orang-orang yang membenarkan (hari berbangkit)?
Dia berkata : Bagaimana bisa kamu membenarkan hari kebangkitan padahal ia sangat mustahil??
(53) Apakah bila kita telah mati dan kita telah menjadi tanah dan tulang belulang, apakah sesungguhnya kita benar-benar (akan dibangkitkan) untuk diberi pembalasan?”
Apakah bila kami sudah mati, jasad kami hancur luluh dan menjadi tanah serta menyisakan tulang-belulang, apakah kami tetap akan bisa dibangkitkan, dihisab dan dibalas sesuai dengan amal perbuatan kami??
(54) Berkata pulalah ia: “Maukah kamu meninjau (temanku itu)?”
Orang Mukmin yang masuk surga itu berkata kepada rekan-rekannya : Apakah kalian berkenan untuk melongok sehingga kalian bisa melihat nasib rekan tersebut??
(55) Maka ia meninjaunya, lalu dia melihat temannya itu di tengah-tengah neraka menyala-nyala.
Lalu dia melongok dan melihat rekannya berada di tengah-tengah api neraka.
(56) Ia berkata (pula): “Demi Allah, sesungguhnya kamu benar-benar hampir mencelakakanku,
Mukmin itu berkata kepada temannya yang mengingkari kebangkitan : Hampir-hampir saja kamu mencelakakanku dengan menghalang-halangiku dari iman sekiranya aku patuh kepadamu.
(57) jikalau tidaklah karena ni’mat Tuhanku pastilah aku termasuk orang-orang yang diseret (ke neraka).
Kalau saja tidak ada karunia dari Rabbku dengan memberiku hidayah kepada iman dan peneguhan-Nya terhadapku di atasnya, niscaya aku termasuk orang-orang yang dimasukkan ke dalam adzab bersamamu.
(58) Maka apakah kita tidak akan mati?,
Apakah benar kami diberi kenikmatan dan dikekalkan, sehingga kami tidak akan mati
(59) melainkan hanya kematian kita yang pertama saja (di dunia), dan kita tidak akan disiksa (di akhirat ini)?
Kecuali kematian kami yang pertama di dunia, dan kami tidak akan disiksa setelah kami masuk surga??
(60) Sesungguhnya ini benar-benar kemenangan yang besar.
Sesungguhnya kenikmatan yang kami dapatkan ini merupakan kemenangan yang terbesar.
(61) Untuk kemenangan serupa ini hendaklah berusaha orang-orang yang bekerja”
Untuk  kenikmatan yang sempurna seperti ini, kekekalan yang langgeng dan kemenangan yang besar inilah, hendaknya orang-orang yang beramal di dunia beramal untuknya, agar di akhirat mereka mendapatkannya.
(62) (Makanan surga) itukah hidangan yang lebih baik ataukah pohon zaqqum[1278].
[1278] Zaqqum adalah jenis pohon yang tumbuh di neraka.
Apakah kenikmatan surga yang telah disebutkan diatas adalah lebih baik sebagai karunia dan pemberian dari Allah, ataukah pohon Zaqqum yang busuk lagi menjijikkan sebagai makanan penduduk neraka??
(63) Sesungguhnya Kami menjadikan pohon zaqqum itu sebagai siksaan bagi orang-orang yang zalim.
Sesungguhnya Kami menjadikannya sebagai fitnah, di mana orang-orang zhalim terfitnah olehnya untuk diri mereka sendiri dengan kekufuran dan kemaksiatan. Dan mereka pun berkata penuh pengingkaran : Sesungguhnya rekan kalian mengabarkan kepada kalian bahwa di dalam neraka ada pohon, padahal api pasti memakan pohon.
(64) Sesungguhnya dia adalah sebatang pohon yang ke luar dan dasar neraka yang menyala.
Sesungguhnya ia adalah pohon yang tumbuh di dasar Jahanam,
(65) mayangnya seperti kepala syaitan-syaitan.
buahnya sangat buruk bila di pandang, seolah-olah ia adalah kepala setan

(66) Maka sesungguhnya mereka benar-benar memakan sebagian dari buah pohon itu, maka mereka memenuhi perutnya dengan buah zaqqum itu.
Bila ia demikian, maka jangan bertanya lagi setelah ini tentang rasanya. Sesungguhnya orang-orang musyrikin itu pasti makan dari pohon tersebut, sehingga perut-perut mereka penuh dengannya.
(67) Kemudian sesudah makan buah pohon zaqqum itu pasti mereka mendapat minuman yang bercampur dengan air yang sangat panas.
Kemudian setelah mereka memakannya, mereka akan minum minuman yang bercampur, buruk lagi sangat panas,
(68) Kemudian sesungguhnya tempat kembali mereka benar-benar ke neraka Jahim.
kemudian setelah adzab ini mereka dikembalikan kepada adzab api neraka.
(69) Karena sesungguhnya mereka mendapati bapak-bapak mereka dalam Keadaaan sesat.
Sesungguhnya mereka mendapatkan leluhur mereka diatas kesyirikan dan kesesatan,\
(70) Lalu mereka sangat tergesa-gesa mengikuti jejak orang-orang tua mereka itu. Akibat yang diderita umat dahulu yang membangkang terhadap kebenaran.
Lalau mereka pun bersegera mengikuti mereka di atas itu.
Share this article :
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Pusat Kajian Sunnah - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger